Saturday, February 2, 2013

KELEBIHAN MEMBENTUK WADAH

Kelebihan kita didalam mencari Karunia ALLAH untuk menjemput rejeki ALLAH dengan membentuk wadah adalah jika manusia yang membuat wadah sudah dipanggil oleh ALLAH untuk tidak lagi berada didunia,  adalah bahwa wadah atau institusi tersebut, Insya ALLAH masih dapat dilanjutkan oleh pihak atau orang lain untuk meneruskan mencari Rejeki Karunia ALLAH  melalui penggunaan wadah tersebut.
  • Adapun orang yang telah meninggal menurut Ustad Pak Elfa yang secara routine memberikan pelajaran di Mesjid Al Muhlisin- Kompleks Deplu Cipete Gandaria Selatan adalah bahwa "rejeki orang yang meninggal sudah tidak ada lagi jatah didunia, sehingga dia meninggal termasuk jatah umurnya sudah habis didunia, karena manusia tersebut telah dipanggil ALLAH melalui telah dicabutnya nyawa dari jasadnya atau badannya  oleh Malaikat Pencabut nyawa, sehingga badannya yang sudah tidak ada nyawanya tersebut, akan segera dikubur ke tanah disuatu lokasi kuburan tertentu yang diurus dan dicari oleh keluarga yang ditinggalkan;Dari tanah kembali ketanah milik ALLAH;
Adapun institusi atau wadah yang telah dibentuk dan ditinggalkan, orang yang telah meninggal tersebut,  Insya ALLAH akan dapat dilanjutkan atau diteruskan oleh pewaris atau Partner - sekutu, atau pemegang saham lain dari wadah tersebut (tergantung kasusnya); 
  • Nah, jika kebetulan manusia tersebut  menjadi Founder atau pembentuk dari wadah tersebut, Insya ALLAH  jika diperkenan ALLAH maka wadah tersebut akan dapat dilanjutkan visi dan misinya oleh penerus yang melanjutkan menjalankan wadah tersebut untuk mencari Karunia ALLAH; 
Tentunya, penerus wadah tersebut harus pula dilengkapi dengan mental  yang tabah dan tangguh serta ketrampilan untuk menjalankan wadah untuk dapat Survive dikenal oleh masyarakat atau komunitas yang membutuhkan pelayanan atau produk yang dihasilkan oleh Wadah tersebut;
  • Atau bisa juga wadah tersebut bubar dengan meninggalnya Founder yang membuat wadah tersebut, jika wadah tersebut tidak dirasakan mempunyai kegunaan bagi yang ditinggal wadah tersebut; Kalau dibidang Jasa Hukum, di Indonesia sudah ada beberapa contoh wadahnya masih ada namun wadahnya tetap berjalan dijalankan oleh Founder dan Partner lain yang masih hidup;  
Lepas dari besar atau kecilnya wadah tersebut, tentunya yang berani membuat suatu wadah mempunyai keberanian dan tekad ber-eksperimen dengan kehidupannya sebagai "Modal Awal" dia berani membuka wadah tersebut, atau telah mendapatkan wadah tersebut dari pembentuk wadah tersebut terdahulu;


  • Berdasarkan, banyak kejadian dan pengalaman tersebut, kalau kebetulan kita diberikan modal keberanian berkesperimen  untuk membuat suatu wadah, apapun alasan permulaan dari pembentukan wadah tersebut, maka kita sebagai Founder atau pencetus pembuat wadah tersebut, menurut hemat Penulis haruslah bersyukur  mempunyai keberanian untuk membentuk wadah tersebut;    
Tentunya alasannya adalah berbagai macam ragam, dan sangat bervariasi,   kenapa orang tersebut berani dari awal membuka suatu Wadah;
  • Begitu pula pegangan atau kekuatan orang yang membuat wadah juga berbeda satu dengan lainnya; Kalau khusus bagi Penulis, asal muasal Penulis membentuk wadah yang telah berubah nama berkali2 sehinga  setelah berjalan 14, 5 Tahun semenjak Penulis membuat wadah tanggal 1 Juni 1998, yang  pada saat tulisan ini dibuat bernama Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM), yang lebih bersifat Freelance Independent Business Lawyer,  adalah untuk  menerobos kebuntuan penentuan masa depan bagi Penulis,  dimana beberapa kali Penulis merasa kecewa dan frustasi dengan organisasi atau wadah orang lain yang berada diluar kendali dari Penulis baik system mapun perlakuan terhadap masa depan Penulis;       
Nah, perjalanan mempunyai wadah sendiri tersebut, mengalami pasang surut selama 14,5 tahun dan tambal sulam Partner maupun jumlah pegawainya, maupun Akrobat dalam Cash Flownya, karena Penulis memang membentuk Wadah tersebut dari Scratch alias "Nol" dan hanya bermodalkan "Tekad yang Kuat" untuk mencoba berjuang merubah Nasib.
  • Penulis ingat, sewaktu Penulis membuka wadah pertama kali tahun 1991, dengan nama kalau engga salah Agung S. Suleiman & Rekan, sewaktu Penulis keluar dari Vico Indonesia, Pak John S. Karamoy, atasan langsung Penulis yang menjabat Senior VP Exploration & Production, menyatakan  kepada Penulis bahwa Pak John adalah Klien pertama, dimana Penulis diminta rapat dengan Pak John di Executive Club di Hotel Hilton pada waktu itu, dan Penulis belum punya sama sekali  Mesin Fax; 
Sehingga sewaktu Penulis mendapatkan bayaran pertama dari wadah Penulis, Penulis membeli Mesin Faximail bekas di Karet Tengsin, dan Penulis telephone Greg Churchill yang merupakan Lawyer dari Law Firm ABNR yang mewakili Tesoro, bahwa Penulis sudah ada mesin Faximile sehingga bisa di Fax Sale and Purchase Agreement pengambilan Blog Tesoro tersebut dari Tesoro oleh Groupnya Medco yang dipimpin oleh Pak John; 
  • Kita lihat disini bahwa, dengan kita berani membuat wadah, maka Insya ALLAH ada saja  kesempatan yang dapat kita lakukan, untuk meraih rejeki yang disediakan oleh ALLAH Sang Maha Pencipta kehidupan ini; 
Karena kebetulan memang jalan hidup Penulis menjadi Lawyer permulaan tahun 1979 di kantor Adnan Buyung Nasution & Associates (Nasution, Lubis, Hadiputranto ) (NLH) (  selama 5 tahun, kemudian tahun 1985 di Vico Indonesia (ex Huffco Indonesia), dimana setelah itu Penulis berobsesi membentuk wadah sendiri, bernama Agung S.Suleiman & Rekan sebagaimana Penulis uraikan diatas; 
  • Dalam perjalanan 1 tahun wadah dari Penulis ini, perkembangannya adalah bahwa kawan Penulis bernama Widyawan,  yang adalah General Counsel pada saat itu di Unocal, perusahaan Minyak yang beroperasi di Indonesia, sering main tennis bersama Penulis di Hotel Hilton, dimana Widyawan sepakat dengan Penulis untuk  membentuk wadah bersama bernama Law Firm Agung S.Suleiman &  Widyawan  yang selanjutnya dalam perjalanan  1 tahun 3 bulan, diajak merger oleh kantor Delma Juzar & Wiriadinata untuk bergabung menjadi Partner melalui Faximile  dengan porsi Widyawan dan Penulis masing-masing  20%, dimana Pemilik Law firm tersebut yaitu Almarhum, Husein Wiriadinata memegang 60%, dan untuk merger tersebut wadah Law Firm  Suleiman &  Widyawan diminta untuk dibubarkan karena akan merger dengan Law Firm Delkma Juzar & Wiriadinata
Namun ternyata dalam perkembangannya, Penulis barulah sadar, bahwa pada kenyataan bahwa Penulis tidak di-welcome oleh Almarhum Husein Wiriadinata,  dimana beliau hanya membutuhkan mengambil dan mengajak Widyawan saja, yang terbukti dari Papan Law Firm yang Merger,  yang dirubah dari Delma Juzar & Wiriadinata menjadi Wiridinata & Widyawan, dan sama sekali  tidak tersebut nama Wadah Law Firm Penulis diatas, karena beliau menyatakan menurut lawyer asing dimana law firm Delma Yuzar & Wiriadinata, pada saat itu berassosiasi dengan 6 Law Firm di 6 Kota Australia dan White Case, nama Penulis tidak sale-able, padahal Penulis sudah terlanjur membubarkan wadah yang sudah dibentuk untuk merger berdasarkan permintaan dari Almarhum H.Wiriadinata,  yang kemudian tidak diakui dalam  Rapat antara 3 Partner yang dihadiri oleh  Penulis,  terkait perubahan nama kantor;
  • Yang membuat Penulis sangat kecewa pada saat itu adalah mengapa Law Firm Agung Suleiman &  Widyawan diminta untuk dibubarkan dan merger dengan Law Firm Delma Juzar & Wiriadinata, namun pada kenyataannya Law Firm Penulis tidak tersebut dalam Law Firm yang merger tersebut; 
Hal ini merupakan pengalaman nyata dan cobaan pahit  bagi Penulis, terkait pengalaman jatuh bangun membuat dan menjalankan wadah Law Firm; 

Penulis pada saat itu  benar2 merasa kecewa dalam  posisi sebagai sesama Partner yang telah membentuk Law Firm sendiri, dari base dirumah Jalan Mesjid Pejompongan hingga masuk ke Gedung Manggala Wanabakti, dengan modal mengumpulkan uang dari hasil Legal Fee dari Klien bersama dengan Widyawan yang keluar dari Unocal, untuk berkesperimen membentuk wadah bersama tersebut;
  • Namun hikmahnya yang dapat Penulis petik adalah bahwa Penulis mengucapkan puji syukur ALHAMDULILLAH kepada ALLAH, bahwa Penulis   dapat naik Haji tahun 1991 dengan gratis dari Dividen     20 % sebagai Partner, meskipun kita pada kenyataannya sebagai Partner tidak boleh sama sekali  melihat pembukuan penerimaan Hasil Kantor, yang pada saat itu kantor Delma Juzar & Wiriadinata berassosiasi dengan 6 Law Firm dari 6 Kota Australia dan White & Case dari Amerika Serikat; 
 Penulis, ditanah suci berdoa dan mohon pertolongan kepada ALLAH untuk diberikan jalan keluar atas masalah yang dialami Penulis, dimana ALHAMDULILLAH ada 2 tawaran yaitu yang datang yaitu : 
  1.  menjadi In-House Counsel di Total Indonesia, perusahaan Minyak  Perancis yang beroperasi di Indonesia dengan janji akan ke Paris training dan job training selama 3 Bulan,  atau 
  2. pilihan kedua (2)   menjadi In-House Legal Counsel di PT Freeport Indonesia
, perusahaan Tambang Tembaga dan Emas di Indonesia; 
Penulis, pada saat itu memilih masuk menjadi In House Legal Counsel di PT Freeport Indonesia, karena Penulis sudah pernah di Huffco Indonesia (Vico Indonesia) Perusahaan Migas milih beberapa Investor USA,  sehingga Penulis mencari venture baru dalam dunia Pertambangan Tembaga dan Emas selama 5 Tahun dari tahun 1993 hingga tahun 1998


Begitulah setelah 5 tahun bekerja di PT Freeport Indonesia, Penulis tanggal 1 Juni 1998 memutuskan diri untuk keluar dari PT Freeport Indonesia, untuk membuka wadah sendiri, setelah adanya peristiwa Boss Penulis maupun Penulis sendiri telah diperlakukan secara tidak fair dan adil oleh Boss Baru pengganti Boss Lama yang kembali ke USA, yang telah merombak kesepakatan program antara Boss Lama dengan Penulis. 

Penulis saat itu  menuntut hak Rumah serta sejumlah Uang kompensasi, sehingga ALHAMDULLILAH, Penulis mendapatkan Rumah di Villa Delima yang semula merupakan House Loan Program dari PT Freeport Indonesia, dimana pembayaran Pokok Hutang Penulis bayarkan dari hasil sewa orang Philipina yang menyewa Rumah tersebut, serta bunganya dibayar oleh Bank Niaga yang bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia didialam Program House Loan. 

MODAL AWAL Self Employed 

Penulis telah jual rumah tersebut  untuk menjadi salah satu modal- kelanjutan cash flow didalam menjalankan wadah yang kini bernama Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM)  dan  kini dalam perkembangan setelah 14,5 tahun, sering bekerjasama  PT Jeska Mitra Energy (JME)yang dibentuk oleh Former boss Penulis di Vico yaitu John S. Karamoy
Demikianlah tulisan pengalamaan secara nyata dari Penulis mengenai kelebihan membentuk wadah, bagi kita manusia yang berusaha untuk membuka usaha Jasa, dimana Penulis rasakan Insya ALLAH dengan idzin ALLAH, bisa banyak manfaatnya didalam cara dan ikhtiar untuk merubah nasib mapun mencari Karunia rejeki ALLAH selama berada didunia, baik sewaktu kita masih diberikan kehidupan oleh ALLAH Maha Pencipta Kehidupan maupun Insya ALLAH setelah kita meninggal pada saatnya dipanggil oleh ALLAH Sang Maha Pencipta, dengan iringan doa semoga wadah yang kita bentuk siapapun kita masih bisa bermanfaat bagi pewaris atau penerus wadah yang kita bentuk tersebut;  

 Jakarta, 2 Februari 2013 
Penulis 
Agung S.Suleiman

Wednesday, December 5, 2012

IDENTIFY AND KNOW YOURSELF


Yes, we really have to identify and know ourselves,   who and what is our passion in this life. We must not avoid or try to seek reasons, which are against our hearts nor our wants, desires and passions.  One of the tips to get the closest honest answer,  is by listening to our child and wife as one of  the significant reliable source of information,  who exactly knows who we are and what we would like to pursue in our life, knows our weakness and strength, since they are part of our history in our life journey. 

As a family we have to support each other and work as a teamwork. We have to broaden our minds and way of thinking; We have to keep maintaining our contacts and make new contacts and friends through  our positive networks and connection. Don't make enemies but establish new friends  through our positive connections; Respect and honor other cultures, traditions, cultures and way of life. Just follow your hearts and instincts;           


Be yourself, and be honest to yourself; Try to listen and really listen to other person life experiences, and  do not be selfish,  but we  have to do our best to really understand other person thoughts and ideas regardless of their age, gender, geographic, ethnics, belief system nor level of education. We have to broaden our horizon and avoid judging nor jumping to conclusions of other kinds of way of life.  

We can learn a lot from others to enrich our  inner soul. Life is to short, to grumble,  so do not stop learning to other people's feelings, wants, desires, dreams, passion and life experiences to enrich and broaden our mindset; 

Cheers
Jakarta December 5, 2012
Agung S.Suleiman

Thursday, November 15, 2012

MEMAKSAKAN DIRI JALAN PAGI


Yah, betul, aku tadi pagi memaksakan diriku untuk jalan pagi, karena badanku terutama bagian pinggang terasa pegal banget. Maka jalan pagilah aku dan ketemu dengan kawan jalan, hingga  bertiga kita jalan pagi mengitari kompleks perumahanku di bilangan Kompleks Deplu, Cipete, Gandaria Selatan. Yah sambil kita berjalan   saling bercerita mulai dari masalah politik hingga masalah kesehatan serta diselingi dengan guyonan...hehehe. 

  • Dengan kita ketawa ketiwi, sambil jalan pagi ini, terasa dapat merenggangkan otot maupun pikiran kita. Memang enak rasanya kalau kita membiasakan diri malah harus memaksakan diri kita untuk mau secara nyata  berjalan kaki di pagi hari natara 1/2 hingga 1 jam. Selain udaranya masih segar karena belum banyak polusi rasanya senang dan enak untuk merenggangkan badan kita. Memang jalan pagi sudah merupakan kebutuhan mendasar bagi kita yang telah mencapai umur senja 61 tahun. 
Hal ini penting apalagi bagi kita yang jarang berkerja secara phisik, sehingga badan kita perlu dan butuh untuk digerakkan oleh diri kita agar phisik kita dapat kita perlihara untuk bergerak dan katanya bagus untuk jantung kita dimana untuk mengalirkan darah dan oksigen keseluruh badan kita,  dibutuhkan pemompaan  yang fungsinya dilakukan oleh jantung kita. Begitulah mekanism dari tubuh kita memerlukan kemauan dan semangat dari diri kita untuk diajak aktif dengan memaksakan diri kita berjalan pagi. 

  • Kalau satu atau 2 hari kita engga jalan pagi terasa sekali badan kita pegal2 khususnya didaerah pinggang atau sekitar leher rasanya penet. Minum air putih itu bagus namun kalau badan kita tidak diajak bergerak, maka tetap saja terasa pegal. Semula aku diet tidak makan nasi banyak2, dan juga mengurangi makan daging dan hanya sayur2an serta buah. Namun terasa pusing kalau makannya kurang sehingga nampaknya kita perlu juga sekali2 makan daging tapi janganlah banyak2; Kita memang harus mencari suatu formula bagaimana perut kita tidak gembung namun juga bagaimana supaya kepala kita tidak terasa pusing karena kurangnya asupan makan kedalam tubuh kita. Selain jalan pagi hari, adakalanya kita juga sebaiknya bertemu dengan kawan2 lama kita yang pernah sekolah bersama dengan kita baik di SMP maupun SMA, sehingga kita akan mengetahui banyak aspek dari pengalaman perjalanan kawan2 kita yang mulai dari keadaan kesehatannya, perjalanan dan pengalaman kegiatannya hingga masa pensiunnya.  Ternyata cerita dan pengalaman kawan kita berbeda dan beragam satu dengan lainnya sehingga kita tidak akan hanya fokus pada keadaan kita sendiri melainkan mengetahui keadaan dari kawan2 kita sekitar kita sehingga menambah wawasan berpikir kita. Begitulah salah satu kiat bagaimana kita bisa sehat cara berpikir, maupun bersikap serta mental dan phisik kita untuk dapat seimbang dalam kehidupan kita didunia ini.

    Jakarta, 16 November 2012
    Agung S.Suleiman Pagi Hari Jumat dirumah....Cheers

Tuesday, October 23, 2012

Diet

Yes, I have to force myself to take diet. Since I am from Indonesia, the most effective diet according to my friends are reducing the amount or volume of rice that you are eating. Accordingly, I  ate rice at noon only 1/4 plate
  • I have practice this diet method for 2 (two) days and I have loose 2 kg from 72,6 kg to become 70,6 kg. Amazing isn't it. I also feel light in terms of my body weight. So what do you think folks ? Let's start diet to maintain your health. There is a motto "You are what you eat". See you 
I have got to go to the office.....
  •  Cheers
  • Agung S.Suleiman

Wednesday, October 10, 2012

Menulis Sebagai Therapy

Betul, aku merasakan bahwa dengan kita menulis di blog atau catatan kita, kita bisa merasakan manfaat bagi diri kita untuk dapat mengeluarkan perasaaan kita atas sesuatu hal kita rasakan sehari2 baik bagi kehidupan kita dalam karier kita maupun kehidupan kita sehari-hari kita. Memang berbeda gaya dan cara setiap manusia untuk menyiasati kehidupannya agar dapat tetap bertahan; 
  • Setiap manusia siapapun dia akan merasakan adanya rasa senang atau sedih, menang maupun gagal, banyak cash ini dan masa hujan rintik, bahkan masa kering dan paceklik. Hal ini bisa dirasakan setiap manusia, kelompok, umat, bangsa silih berganti didalam kehidupan nyata yang kita jalankan. Hal ini sama dengan bergilirnya pagi dan malam, musim hujan dan musim kemarau, perputaran ini nampaknya memang merupakan hukum alam yang harus kita perhatikan dan mengambil pelajaran daripadanya. 
Begitu juga ada masa kuat dan ada masa lemah, dimana jika kita kaitkan dengan umur kita maka dengan bertambahnya umur kita, maka keadaan phisik yang semula lemah berkembang menjadi kuat dan ada satu titik balik kembali menjadi lemah, sehingga kita harus pandai mengambil hikmah dan makna dibalik kejadian itu semua. Orang banyak menyatakan itu sebagai Fenomena alam, dimana terjadi siklus kehidupan yang mempunyai irama yang hampir sama, dimana pada intinya tidak ada sesuatu yang abadi dan  kekal didunia ini.
  •  Maka jika kita sekarang berada disalah satu fragmentasi atau potongan snapshot dari kehidupan kita, janganlah kita berputus asa dan hanya fokus kepada keadaan satu bagian dari fragmnentasi melainkan kita harus melihatnya secara keseluruhan baik bagian yang telah kita alami maupun bagian pada saat ini kita berada serta kemungkinan fragmentasi bagian kedepan yang belum kita alami; Yang jelas akan terjadi adalah potongan bagian snapshop potret suatu saat haruslah kita letakan dengan keadaan fenomena mikro pada diri kita yaitu apakah kita sudah mendekati senja dari kehidupan kita ataukah kita baru saja mengalami masa terbitnya matahari dari seluruh tahapan kehidupan kita; 
Tidak ada sesuatu hal yang luput dari kejadian fenomena alam tersebut, sehingga kita tidak perlu terlalu gusar dengan keadaan dimana kita berada pada suatu saat, karena yang penting kita janganlah melampui usaha diluar kemampuan dan kekuatan maupun kelemahan diri kita. Maka kita perlu juga untuk jangan hanya fokus pada keadaan diri kita, melainkan juga mau tahu dan perduli dengan keadaan diluar diri kita, baik di lingkungan rumah kita, dilingkungan kelompok kita bermain atau bergaul, maupun dilingkungan kerja kita;
  •   Aku merasa beruntung mempunyai hobby menulis diblog ini sehingga aku dapat rekam setiap snapshot maupun fragmentasi potongan kejadian didalam perjalanan kehidupanku dalam berbagai blogku dimana menulis aku anggap sebagai therapy kehidupan untuk diriku.baik sebagai instopeksi maupun pengevaluasian setiap fragmentasi dikaitkan dengan keseluruhan perjalanan kehidupan kita.
Salam Hangat,
11 Oktober 2012
Agung S.Suleiman Pagi hari sambil Nonton Film di KBS World

Friday, September 28, 2012

KIAT MENGATASI BUTEK

Wah, aku sedang mencari tips mengatasi perasaan butek. Setiap manusia dari waktu kewaktu tentunya akan mengalami kebutekan dan serasa tidak bisa berpikir mau kearah mana kelanjutan dari kehidupan kita ini.
  • Yah, aku kini sudah berada 61 tahun didunia, rasanya kadangkala cape secara phisik, kalau harus terus menerus berada dan bekerja dikantor, karena rasanya cape, butek   dan mau ganti suasana agar bisa segar kembali dalam cara berpikir.

Aku masih mencari kiat2 yang tepat untuk menghilangkan kebutekan ini, antara lain tidak mau terlalu dibebani dengan beban pikiran cash flow yang tentunya memakan energi sehingga berpengaruh pada phisik.
  • Yang jelas secara phisik badanku tidak sekuat sewaktu aku masih muda, dan aku tidak mau terlalu ngoyo didalam bekerja, namun sekedarnya guna tidak mengorbankan kesehatan badanku, makanya aku engga mau terlalu terbebani dengan beban pikiran cash flow kantor, melainkan aku juga ingin lebih  santai dan menikmati kehidupan ini karena toh sudah ada rumah dan bersyukur bahwa kedua anakku sudah Lulus Universitas ITB dan FHUI  dan telah bekerja dibidangnya masing-masing, sehingga yang aku tinggal memikirkan bagaimana aku dapat tetap bertahan hidup untuk menghidupi diriku dan  isteriku dari hari ke hari. Memang aku mempunyai wadah yang telah aku   bentuk 14 tahun yang lalu yaitu bulan Juni 1998 yang kini bernama SACO LAW FIRM 
Wadah ini sebenarnya sewaktu aku bentuk 14 tahun yang lalu,  adalah  dimaksudkan untuk lebih kearah aku ingin merdeka dari ketidak pastian masa depan pada saat  itu,   karena aku pada saat itu merasakan tidak dapat mengontrol hidupku selama berada dan bekerja pada institusi lain diluar diriku.
 
  •  Selama 14 tahun tersebut disamping aku bekerja sebagai Profesi Bisnis Lawyer melalui wadahku, aku telah  dapat menikmati kebebasan menentukan jam kerja yang fleksible dan tidak terlalu ketat, melainkan ada kombinasi kerja dan santai menikmati hidup dari setiap hari berjalan pada masa 14 tahun tersebut.
Nah, kini setelah hidup lebih dari 61 tahun dan telah bekerja lebih dari 32 tahun dari tahun  1980 - 2012 baik sebagai Inhouse Legal Counsel dan  Advokat dan Penasehat Hukum pada beberapa Law Firm serta 14 tahun Merdeka mempunyai wadah sendiri yang bernama  dan bekerja kombinasi antara menikmati hidup dalam wadah SACO LAW FIRM  untuk bisa Independent baik jam kerja maupun cara aku memilih menikmati hidup,  aku kini merasa berada dipersimpangan jalan dalam kehidupan ini. 
  • Memang ada 2 (dua) isue disini yaitu (i) aspek Pribadi individuku disatu sisi dan disisi lain adalah (ii) institusi wadah SACO LAW FIRM yang telah aku bentuk 14 tahun yang lalu. Memang setiap langkah dalam tahapan kehidupan ini kita haruslah siap mental dan phisik serta harus ada pembelajaran untuk menghadapi fakta dan kenyataan dari keadaan phisikku yang harus aku manage dan kelola dengan baik;
Yah, memang setiap tahapan atau Milestone yang baru akan kita alami dalam perjalanan kehidupan ini, dimana dalam setiap tahapan haruslah kita hadapi dan bukan lari serta mencari kiat yang tepat untuk memanage dan mengelolanya. Beginilah karena aku senang menulis di Blogku makanya aku merasakan manfaatnya jika kita mencoba menuliskan setiap tahapan dalam kehidupan kita agar bisa dapat kita jadikan sebagai pelajaran dan mencona mencari kita yang tepat termasuk kita untuk mengatasi kebutekanku ini.
Cheers
Agung S.Suleiman
Jakarta, 28 September 2012 malam hari jam 19.30

Sunday, August 26, 2012

Memunculkan Kreativitas

Kita semua didunia ini sebenarnya mempunyai potensi dan kreativitas dalam diri kita masing2, namun sering kali tidak mau memunculkan karena terhambat dengan budaya maupun terkungkung oleh  organisasi, maupun tempat kita berada sehingga secara tidak sadar kreatifitas kita terkubur dalam2 dan tidak diberikan kesempatan untuk muncul;


  • Salah satu cara untuk kembali memunculkan potensi dan kreativitas kita adalah jika diberikan kesempatan untuk dapat menumbuh kembangkan kreatifitas kita, dengan diberikan kesempatan kepada anak2 kita untuk diberikan tantangan untuk berani mencoba keluar dari kungkungan cara berpikir yang konventional yang dapat menghambat Kreatifitas kita tersebut;  
Kalau untuk orang dewasa untuk dapat memunculkan kreatifivitas ini kadangkala kalau dari pengalaman pribadi Penulis Blog ini adalah keluar misalnya dari kotak ruangan jam 8.00 sampai jam 5 sore, dan membuat jam kerja yang lebih felksible dan tidak kaku. 

Namun kadangkala kalau dalam tatanan organisasi yang sudah konvensional  mampan  agak sulit karena dengan alasan harus ada disiplin jam kerja bagi karyawannya. 

Makanya tulisan dari  Penulis Blog AGUNGSS Experimental ini lebih ditujukan kepada orang model Penulis yang lebih memilih untuk hidup lebih bebas dan merdeka dan lebih fokus kepada hasil pekerjaan yang akan kita lakukan dengan penuh tanggung jawab kepada Klien atau Customer kita;
  • Sesama wadah Law Firm saja berbeda gaya menerapkan jam kerja bagi para karyawan atau stafnya; Kalau untuk diri Penulis lebih memilih hidup seperti Burung Elang yang terbang bebas merdeka dialam Raya, namun tentunya masih perlu adanya suatu Base untuk kembali kekandang setelah terbang melayang mencari Karunia dari Sang Maha Pencipta.
Yang jelas dan pasti adalah bahwa untuk membuat suatu karya tulisan seperti yang Penulis lakukan melalui Blog ini dibutuhkan tempat dan lap top serta Blog yang sudah tersedia oleh para Provider Blog
  • Namun kapan Penulis mau menulis hasil karya tulisan dengan tema Kreatifitas ini adalah sepenuhnya bebas dan fleksible terserah kepada Penulis dimana dan kapan akan dibuat maupun  dipublish / diterbitkan untuk dishare dengan para pembaca Blog AGUNGSS Experimental Blog ini didunia maya ini.
Kreatifitas kadangkala dapat muncul dan dihargai jika kita sebagai individu dapat secara bebas dapat mempunyai cita-cita maupun ide yang tidak terhambat oleh suatu kungkungan yang mempunyai kepentingan diluar diri kita atau bahkan kadangkala memanfatkan Kreatifitas kita hanya untuk kepentingan bisnis dan keuntungan korporasi dimana kita sebagai karyawan hanya dihargai dengan suatu gajih yang tidak senilai dengan keuntungan finansiil yang diperoleh oleh Korporasi yang sebenarnya bisa meraih keuntungan dividen diakhir tahun,  karena adanya ide kreatifitas dari para profesional Individu; 
  • Hasil kreatifitas kita kadangkala hanyalah dimasukan dalam sisi kewajiban  dalam pembukuan Korporasi dan tidak dijadikan sebagai aset; Nah,  "think thank para professional ini", kadangkala tidak terlalu dihargai oleh Korporasi jika kita menjadi pegawai dari Korporasi  tersebut, sehingga setiap profesional kadangkala haruslah membentuk wadah sendiri agar Nilai dari Hasil Kreatifitasnya dapat memperoleh harga atau Nilai Komersial yang lebih tinggi, karena melalui wadah tersebutlah si Profesional tersebut dapat mempunyai rasa kepuasan bathin sendiri karena Kreatifitasnya dapat tersalurkan secara optimal maupun  juga memperoleh Nilai Komersial yang Optimal dari hasil pemikiran profesional sesuai dengan profesi bidangnya masing-masing.  
Hal ini yang mungkin mendorong Penulis untuk keluar dari kungkungan Korporasi, karena melalui Wadah SACO LAW FIRM   Penulis blog ini bisa bebas mengaktualisasikan diri Profesi Penulis sebagai Independend Business Lawyer; serta juga bebas mengekspresikan tulisan dan pikiran melalui beberapa Blog misalnya :  AGUNGSS -SACO BLOG HUKUM ADVOKAT LAWYER 
 tanpa ada rasa ketakutan akan dipecat oleh suatu sistem organisasi atau boss.

Kreativitas ini untuk dimunculkan menurut buku yang Penulis Blog ini sedang membaca karangan 
Ernie J.Zelenski dalam bukunya Career Success Without a Real Job tidak dibatasi umur bahkan bisa dialami oleh orang yang telah mencapai umur 50, 60, 70 bahkan 80 -tahun ( halaman 162 dari bukunya yang terjemahan Bahasa Indonesia yang Penulis kutip berbunyi :.
  • ....Hal yang cukup mengejutkan tentang kreativitas adalah ia dapat dikembangkan pada usia berapapun. Bahkan banyak orang yang pertama kali terlibat proyek kreatif ketika berusia limapuluh, enam puluh, tujuh puluh bahkan delapan puluh tahunan. Ini terjadi setelah mereka meninggalkan  dunia korporasi......   
Begitulah, dengan sedang membaca buku dari Ernie J.Zelenski tersebut yang juga Penulis Blog AGUNGSS Experimental  ini sendiri   alami hal yang sama selama lebih dari 14 Tahun semenjak 1 Juni 1998 telah keluar dari korporasi dan membuka sendiri  Wadah SACO LAW FIRM, maka Penulis merasakan bahwa Penulis yang senang dengan Tema Merdeka, Survival, Experimental, merasa tidak sendirian dalam dunia ini karena ternyata banyak juga dilakukan oleh orang lain dengan bukti larisnya buku yang diterbitkan oleh Ernie J.Zelenski  orang Canada tersebut, yang perjuangannya pun seru untuk dibaca sebelum istilahnya Tuhan memihak dia.
Ok Dulu Tulisann Penulis Blog ini malam ini, karena besok akan kembali kerja melalui wadah Wadah SACO LAW FIRM 
Jakarta, 26 Agustus 2012
Agung Supomo Suleiman