Monday, June 29, 2015

PILIHAN HIDUP

Ya benar, dalam keterbatasan kemampuan maupun waktu apalagi jika kita sudah mulai berumur lebih dari 63 tahun, Penulis merasakan bahwa kita harus melalukan pilihan dalam hidup ini dan tidak mungkin bisa kita menangani semuanya sekaligus.  Yang paling tahu kelemahan dan kekurangan kita adalah diri kita dan bukan orang lain. Bagi Penulis, syukur ALHAMDULILLAH sudah bisa selama 17 Tahun semenjak 1 Juni 1998 memilih hidup untuk "Self-Employed" dengan pengertian tidak terikat dengan suatu Perusahaan atau organisasi tertentu untuk menentukan masa depan maupun menjalankan sisa hidup didunia yang akan Penulis geluti, yaitu bebas dan hanya menyembah kepada ALLAH Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan dan memberikan kehidupan ini kepada kita semua termasuk Penulis; Kita harus sadar bahwa sesuai dengan petunjuk dan peringatan ALLAH kepada kita melalui firman ALLAH didalam Kitab Suci ALLAH bahwa kita semuanya tanpa kecuali akan kembali kepada ALLAH untuk mempertangung jawabkan semua kelakuan dan perbuatan kita selama didunia ini.  
  • Memang yang paling mengetahui kearah mana sisa kehidupan ini kita jalani hanyalah kita sendiri dan bukan orang lain. Karena umur dan stamina tubuh kita juga terbatas, maka Penulis memilih untuk melanjutkan gaya hidup yang Penulis telah rintis selama 17 Tahun ini, yaitu self-employed dan fokus kepada bidang profesi yang Penulis telah geluti, jalankan  dan perjuangkan dengan segala jatuh dan bangunnya, termasuk Cash Flownya,  yaitu menjadi Independent Business Lawyer dengan gaya Self-Employed.  
Jika kita sudah makin berusia hidup dengan izin dan perkenan ALLAH tentunya Insya ALLAH kita bisa menentukan pilihan apa yang paling cocok dengan segala kelemahan dan kekuatan kita yang sangat terbatas ini. Sebagai penganut Muslim, Penulis akan meminta tolong kepada ALLAH pilihan hidup yang mana yang paling tepat untuk kita lakukan dengan Sholat Minta Pertolongan kepada ALLAH,  kearah dan cara hidup apa yang paling cocok  dan tepat untuk kita menjalankan sisa kehidupan kita, dengan keadaan kejiwaan phisik, stamina, tingkat emosional, kesenangan, dan pasion kita.

  • Penulis sadari bahwa  rejeki dan perjalanan kehidupan masing-masing dari kita adalah sangat berbeda satu dengan lainnya, dimana hanya kitalah yang paling tahu pilihan model dan gaya hidup yang model mana yang   akan kita jalani,  khususnya,  didalam menempuh sisa kehidupan kita didunia yang sementara ini. 
Kita harus pandai-pandai bersyukur kepada ALLAH, dimana  hingga saat ini dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Penolong, kita   masih diberikan kesempatan untuk hidup, untuk memperbaiki  catatan dalam buku kehidupan kita; Hingga saat ini Penulis masih diberikan izin oleh ALLAH untuk dapat menyalurkan keahlian dalam bidang profesi Independent Business Lawyer untuk mencari dan mengejar Karunia ALLAH untuk dapat berguna kepada lingkungan dekat kita baik untuk Klien maupun keluarga kita untuk melanjutkan kehidupan agar bisa Survive dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Pemberi Rejeki. Kita harus pandai bersyukur, kita sebagai penganut Muslim masih diberikan kesempatan untuk menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan ini, agar Insya ALLAH bisa menggapai predikat Ketaqwaan kepada ALLAH yaitu melaksanakan hidup untuk bisa beribadah kepada ALLAH  tempat tujuan Akhir kita untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama diberi kesempatan untuk berada di Dunia  yang bersifat sementara ini.
ALLAH memang tidak kelihatan, namun tanda-tanda Kekuasaan ALLAH jelas tersebar disekitar kita,  termasuk fenomena alam antara lain keseimbangan dalam alam baik pergantian siang dan malam, mati dan hidup, senang dan sedih, muda dan tua, naik dan turun, lemah dan kuat, dan banyak sekali tanda-tanda adanya Kebesaran dan Kekuasaan ALLAH lainnya.  
  • Ok dahulu Penulis  harus menyelesaikan pekerjaan melaksanakan jasa hukum sebagai Independent Business Lawyer untuk Klien dalam rangka mencari karunia dan rejeki dari ALLAH agar bisa bermanfaat kepada Klien dan juga keluargaku sebagai suami yang berkewajiban mencari nafkah dengan niat karena ALLAH.
div style="text-align: justify;"> Jakarta, 30 Juni 2015
Agung Supomo Suleiman  

Saturday, June 13, 2015

ALHAMDULILLAH 17 Tahun Self Employed Independent Professional Business Lawyer

Yah Penulis benar-benar harus bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Kuasa bahwa dengan izin dan pertolongan ALLAH S.W.T. hingga tanggal 1 Juni 2015 Penulis masih diberikan waktu oleh ALLAH untuk menjalankan profesi sebagai Independend Business Lawyer, yang memilih hidup untuk merdeka dan Independent dan Professional yang bebas dari keterikatan suatu Organisasi atau institusi yang bisa membatasi Kebebasan dan Kemerdekaan Penulis untuk tidak mau terikat dengan suatu sifat pekerjaan yang bisa "mengekang kebebasan didalam menentukan pola  hidup" yang tidak terkungkung didalam  suatu Ruangan yang terkungkung, apalagi Umur Penulis dengan izin ALLAH sudah melampui 63 tahun lebih, dimana Penulis harus ada keseimbangan antara Bekerja mencari karunia ALLAH, bersilaturahmi dengan Saudara, beribadah membaca isi Kandungan Kitab suci Al Quran, olahraga menjaga stamina tubuh, istirahat, melihat alam ciptaan ALLAH.

Jika kita fokus dan tekun dan juga Fokus untuk bertaqwa kepada ALLAH khususnya Janji ALLAH yang terdapat dalam Kitab Suci ALLAH dengan hanya takut kepada ALLAH Yang Maha Tunggal dan memohon dengan sungguh-sungguh  untuk meminta petunjuk kepada ALLAH dengan Sholat Istikarah atau permintaan tolong kepada ALLAH melalui Sholat meminta petunjuk jalan mana yang harus kita pilih untuk melanjutkan Profesi Independend Business Lawyer yang sudah kita tekuni selama 17  tahun sebagai Self - Employed semenjak 1 Juni 1998, dimana saat itu  Penulis berumur 46 Tahun memutuskan untuk     keluar      dari  PT Freeport Indonesia dan menekuni diri untuk menjadi Self-Employed  atau mempekerjakan diri sendiri sebagai Independend Professional Business Lawyer  dengan membuka wadah sendiri yang kini benama Suleiman Agung & Co ("Saco Law").

 
  • Hal ini adalah karena Penulis akan tetap fokus kepada pilihan dan rejeki Karunia dari ALLAH yaitu ber-Professi sebagai Independent Professional Business Lawyer yang Penulis geluti dengan karakter  bebas Independent memilih untuk "Flexi Time" maupun "Flexi Place", "Impartial", "Non-Partisan",guna menjaga Independensi  dari Penulis untuk bebas bergerak, mobile didalam menjalankan  Professi sebagai Independent Profesional Business  Lawyer yang  tidak terkungkung dengan suatu Organisasi apapun, melainkan mendudukan posisi sebagai Konsultan Hukum yang Independend,  berdasarkan pemberian Jasa keahlian Professi dibidang aspek hukum khususnya terkait Pemberdayaan Pengusahaan Nasional dalam Bidang Minyak Gas dan Petambangan Umum maupun Perusahaan Nasional yang berbisnis investasi didalam memproduksi Hasil Produk Kekayaan Alam Bahan Galian mulai dari Besi menjadi Produk Jadi, Batu Bara, Jasa Pendukung, maupun aspek pembiayaan, investasi, korporasi, dimana ter-"Titeni" tersimpulkan berdasarkan Track Record Perjalanan Professi Penulis  bahwa disinilah Insya ALLAH merupakan  Fokus Core "Ladang Karunia" dari ALLAH, bagi Penulis untuk mengejar Karunia ALLAH dalam rangka beribadah kepada ALLAH didunia yang fana dan sementara ini  sebagai ladang beramal dan Insya ALLAH bermanfaat bagi para Stacke-Holder,  menuju Akhirat sesuai  dengan Pedoman ALLAH yang terangkum didalam Kitab Suci ALLAH maupun Hadits dari Nabi Muhammad sebagai Rasul ALLAH sebagai penerus dan Penutup dari Para Rasul dan Nabi sebelumnya yang telah juga diturunkan Kitab-Kitab Suci dari ALLAH S.W.T.,  dalam rangka bersyukur, bertobat dan mengabdi kepada ALLAH atas nikmat karunia yang telah diberikan ALLAH Yang Maha Kuasa Pencipta Kehidupan Dunia dan Akhirat kepada Penulis. 
  • Waduh sudah larut malam nih Penulis mau Tidur dulu ya....
  • Jakarta 14 Juni 2015
  • Agung Supomo Suleiman      

Monday, November 17, 2014

KITA TIDAK BOLEH TERGANTUNG KEPADA PIHAK LAIN KECUALI KEPADA ALLAH


Yah sudah lama sekali ya Penulis tidak berkunjung ke blog AGUNGSS Experimental blog ini. Mungkin karena Penulis pada saat ini merasakan dipersimpangan jalan, dimana Penulis tidak tahu mau dikemanakan masa depan Penulis yang telah  diberikan izin ALLAH mencapai  63 tahun, karena kenyataannya stamina phisik   Penulis menurun, sehingga memaksakan diri olahraga jalan pagi teratur,  guna berusaha menjaga kesehatan daya tahan tubuh. 
  • Apakah perasaan lemah stamina ini karena Penulis merasa putus asa untuk dapat survive, karena stamina phisik Penulis terasa menurun yang  berakibat produktifitas Penulis menurun. 
Sebagai akibat mulai menurun stamina Phisik Penulis, maka Penulis merasa lemah, sehingga Penulis merasakan "sangat membutuhkan bantuan dan dukungan" dari suatu "Dzat Yang Maha Besar" yang bisa benar-benar Penulis dapat menggantungkan diri  untuk dapat survive.

Disebabkan Penulis  penganut Islam, maka Penulis harus  berpedoman kepada Kitab Suci AL Quran yang diturunkan oleh ALLAH kepada kita melalui Rasul Muhammad S.A.W.  Dalam Kitab Suci  AL Quran ini kita temukan informasi bahwa ALLAH atau Ilah adalah Dzat yang Maha Kuasa yang menciptakan langit dan bumi ini, MAHA PENOLONG, MAHA PELINDUNG, MAHA PEMELIHARA  dimana  dalam Surat Al Ikhlas ayat 2 dari Kitab Suci AL Quran ALLAH berfiman :  "ALLAHU Samad " terjemahannya  "ALLAH adalah tempat bergantung".
  • Tanda-tanda kebesaran ALLAH menurut Kitab Suci Al Quran terlihat dari perkisaran angin,  beredarnya dan pergantian malam dan siang, diturunkannya air dari langit oleh ALLAH yang membasahi bumi menjadi hidup kembali setelah buminya mati karena tandus kekeringan. 
Nah, jikalau kita menggantungkan dengan suatu wadah lain diluar diri kita, maka jelas akan ada suatu ketidak pastian, dan pasti kita akan kecewa, apalagi jika pengaturannya tidak memberikan kebebasan kita untuk melindungi hak kepentingan kita atas risiko yang bisa terjadi diluar kontrol diri kita. 
  • Dalam perjalanan bebas self-employed  dan tidak mempunyai fixed income selama 16 tahun semenjak  tanggal 1 Juni 1998,  Penulis merasakan sekali bahwa jika kita tergantung dengan suatu keadaan diluar diri kita, maka kita akan senantiasa berada disuatu situasi "ketidak pastian, serta akan menghadapi banyak kekecewaan".  
Hal ini adalah wajar  karena setiap wadah orang lain yang di-operate orang lain tersebut  akan mempunyai persepsi dan agenda yang berbeda dengan diri kita,  apalagi jika kita mendambakan adanya kebebasan sebagai orang yang mempunyai karakter ingin "Independend" dan susah diatur oleh keadaan diluar diri kita,  kecuali aturan yang ditetapkan oleh ALLAH yang memang menjadi pedoman cara hidup kita baik didunia dan akhirat, yang untuk Penulis sebagai penganut agama Islam adalah Kitab Suci Al Quran termasuk Sunnah dari Nabi Muhammad S.A.W.
  • Kesadaran ini terasa muncul kembali disaat stamina phisik Penulis sudah mulai menurun, mengingat Penulis sudah diberikan izin ALLAH berumur 63 tahun, dimana dengan pengalaman 16 tahun self-employed atau mempekerjakan diri-sendiri, sepertinya membawa khikmah kepada Penulis bahwa memang harus ada sesuatu   yang dititipkan oleh ALLAH kepada Penulis serta isteri Penulis,  untuk Insya ALLAH bisa dijadikan alternatif guna mendapatkan Income, agar Insya ALLAH kita dapat "tidak tergantung" kepada orang maupun wadah orang lain, dan tanpa tergantung kepada keadaan stamina Phisik Penulis yang sudah mulai menurun ini. 
Berdasarkan patokan kerangka pemikiran ini,  maka nampaknya Asset tersebut haruslah berbentuk Asset Phisik  sebagai karunia ALLAH  yang  berada dibawah kontrol Penulis dan Isteri Penulis, sehingga Insya ALLAH terserah sepenuhnya kepada Penulis dan  isteri Penulis, tentunya dengan minta tolong kepada ALLAH sebagai DZAT untuk meminta Tolong dan Tempat Bergantung, dengan memohon kepada ALLAH secara sungguh-sungguh  :
"Bagaimana memberdayakan Asset Phisik yang Tangible ini, agar Penulis dan istri Penulis dapat tetap bertahan Survive untuk hidup dengan tidak merasa bergantung kepada keadaan diluar diri kita, khususnya dalam keadaan stamina Phisik Penulis yang mulai menurun, melainkan hanya bergantung kepada ALLAH S.W.T."

  • Nah persoalannya adalah,  bagaimana Penulis dan isteri Penulis harus dapat memberdayakan Asset Tanggible Phisik ini guna dapat Insya ALLAH menghasilkan revenue kepada Penulis dan isteri Penulis, setidak2nya untuk tidak menyusahkan atau menjadi beban kepada anak2 Penulis, karena mereka tentunya baru meniti karier kehidupan masing-masing. 
  • Pada kenyataan hidup, tidak ada yang gratis termasuk Listrik, Telephone, maupun makanan dan perlengkapan menjaga kebersihan dan kesehatan serta keperluan mendasar rumah tangga
 Memang setiap keluarga dan manusia akan ada ceritanya  masing-masing bagaimana untuk dapat survive mempertahankan hidup mereka masing-masing khususnya dikala dihari tua dimana stamina phisik secara alamiah sudah mulai menurun. Kita harus beruntung dan bersyukur kepada ALLAH di Indonesia ada BPJS,  dimana
  • Penulis dan isteri Penulis telah mendaftar semenjak diperkenalkan BPJS ini terkait dengan menjaga kesehatan, dimana kita wajib membayar Rp.59 ribu per bulan, untuk dapat mendapatkan manfaat dari BPJS ini. Beginilah snapshot fragmentasi singkat dari Penulis, terkait kiat untuk dapat berusaha Survive sesuai dengan karakter kita  maupun  jalan hidup  kita  masing-masing untuk senantiasa berusaha untuk  tergantung hanyakepada ALLAH dan bukan kepada pihak lain siapapun.
Jakarta, 18 - 19 November 2014
Agung Supomo Suleiman 


Wednesday, August 27, 2014

INFORMASI PENTING MENGENAI KEHIDUPAN ABADI KEKAL BAHAGIA

Waduh gimana nih, sisa umur sudah makin menipis, stamina tenaga juga tidak sekuat seperti sewaktu kita masih umur 40-an, setelah selesai makan siang cepat benar rasanya ngantuk, padahal tadi pagi sudah olahraga jalan kaki selama lebih kurang 45 menit. Kadangakala rasanya kesepian karena  mungkin kedua anak Penulis saat ini berada di luar negeri, dimana anak yang Pertama  yaitu Tia sudah menempuh hidupnya dinegeri suaminya yaitu MATTHIAS di Belanda kota Amsterdam, sedangkan anak kedua Dwi sedang kuliah di New Orleans, Amerika Serikat, mengambil S2 Enviromental Law,  dengan bersyukur kepada ALLAH mendapatkan bea siswa dari Full Bright (Aminef - American Indonesian Exchange Foundation) - University Tulane dan Pemerintah USA, sehingga Penulis saat ini berada berdua dengan isteri Penulis.
    Penulis sendiri  sekarang merasa dipersimpangan jalan, karena rasanya kadangkala sudah capai juga kerja terus menerus dan ingin hidup  lebih kombinasi antara ibadah, kerja dan santai untuk dapat menikmati hidup didunia ini. Penulis juga ingin mendengarkan wejangan ALLAH dari Kitab ALLAH agar bisa mengetahui lebih dalam mengapa stamina tubuh kita  dan kekuatannya oleh Sang Maha Pencipta dibuat semula lemah menjadi kuat, namun kemudian menjadi lemah lagi dikala kita sudah berumur lama didunia ini. 
    •  Dengan demikian segala sesuatu yang sudah kita peroleh dan perjuangkan dari sewaktu kita masih muda, sekolah kuliah bekerja, memperoleh rumah, kendaraan,  malah pada akhir ujungnya akan  kita tinggalkan, tidak terkecuali makanan yang kita makan begitu kita banyak uang untuk membelinya,  malah harus dibatasi karena kolesterol, asam urat,  meninggalkan semua kesenangan dunia tersebut. 
    Nah, tentunya harus ada makna dan maksud lain yang lebih mendalam yang harus kita gali dan ketahui, apa sebenarnya makna dari kehidupan dunia ini yang ternyata tidak kekal dapat kita nikmati dan rasakan. Hal ini tentunya tidak bisa kita khayalkan dengan imaginasi kita sendiri, karena sumber informasinya harus lebih dalam dari khayalan kita karena akan menembus kehidupan yang terbatas pada dimensi Ruang dan Waktu yang kita bisa jangkau, sehingga  harus lebih kita dapat percaya dan yakini kebenarannya informasinya.   

    • Hal inilah yang menyebabkan Penulis lebih panasaran untuk membaca informasi rahasia dan kehidupan yang tampaknya misteri ini, dimana karena Penulis adalah seorang muslim secara lahir dan KTP, maka Penulis tentunya ingin membaca lebih dalam  Kitab Suci bagi umat Islam  yaitu Al Quran. Penulis merasa beruntung diberikan isteri dan anak2 Penulis Digital AL Quran yang Penulis bisa dengarkan bahasa Arab dan membaca dalam Bahas Indonesia dan Bahasa Inggris.   
    Ternyata memang Ajaib, efeknya terhadap Penulis, jika kita terus menerus mendengarkan Digital Al Quran baik alunan Suara Bahasa Arabnya maupun membaca Bahasa Indonesia, Penulis mendapatkan pemahaman bahwa Kitab Al Quran adalah "Kitab ALLAH" dan bukan kitab manusia maupun karangan manusia. Dalam Kitab ALLAH ini ternyata "kematian itu hanya sekali didunia" dan setelah dialam Kiamat atau ALAM Kepastian Pembalasan, akan ada suatu kehidupan yang "lebih baik dan Abadi  serta Kekal", dimana tidak dialami lagi kematian  kecuali kematian yang pertama didunia.
    •  Informasi Penting ini sangat signifikan bagi Penulis, dimana ternyata perjuangan kita yang bekerja keras dapat menikmati suatu Kehidupan Bahagia yang ABADI Kekal di Hari Kiamat tersebut, namun ternyata untuk dapat menikmati Kehidupan yang Enak dan ABADI tersebut ada  syaratnya yaitu bahwa Kita "Haruslah  Beriman" dan "Beramal Saleh".      
    Nah yang perlu digali adalah Apakah Iman ini ? dan Apa pula Amal Saleh itu ? Untuk mendapatkan jawabannya tentunya haruslah kita cari Informasinya didalam Kitab ALLAH ini.......  
        
    Jakarta, 27 Agustus 2014
    Agung Supomo Suleiman

    Tuesday, August 12, 2014

    MENGEAVALUASI FASE TAHAPAN 62 -an TAHUN HIDUP DIDUNIA

    Yah kini aku memasuki suatu fase tahapan baru dalam tahapan kehidupan dimana, Penulis merasa  memasuki tahapan  harus mengevaluasi  dan menata kembali kemana fokus dan kegiatan yang Penulis harus lakukan, karena phisik badan Penulis  telah diberikan izin ALLAH  berumur didunia  lebih dari 62 tahun, sehingga Penulis bertanya pada diri sendiri kegiatan apa yang sebaiknya Penulis  lakukan didalam menjalankan fungsi sebagai seorang manusia yang diciptakan oleh ALLAH untuk berada didunia dengan makluk yang lain dengan segala macam beragam profesi, pikiran, pola perilaku yang berbeda satu dengan lainnya.

    Penulis sadar tidak ada yang sempurna didunia ini, apalagi jika kita memandang dari aspek agama yang Penulis  anut yaitu Islam, yang menurut pemahaman Penulis  sisa umur hidup kita sebagai manusia didunia sebenarnya  telah berkurang karena badan phisik kita sudah banyak tanda2 mulai haus tidak beda dengan barang lain atau makluk lain yang ada didunia, kita  tidak akan kekal melainkan dalam proses mulai berkurang fungsi kekuatan phisiknya untuk nanti pada saatu saat akan meninggalkan dunia jika memang sudah dipanggil oleh ALLAH sebagai Pencipta dari kita. 
    •   Dengan kata lain apakah Penulis  hanya memikirkan eksistensi kita didunia saja, ataukah juga sudah harus secara serius memikirkan apa bekal dan persiapan kita setelah kita nantinya  mati, karena tanda2 proses haus-nya phisik badan kita sudah jelas terasa kita alami, khususnya jika kita telah diizinkan ALLAH untuk berada didunia lebih dari 62 tahun hidup. Hal yang jelas adalah bahwa jika Penulis mendengarkan dan membaca Surat2 di Kitab Suci Al Quran, qalbu kita sering diperumpamakan dengan bumi yang mati dan kering yang kemudian oleh ALLAH dibasahi dengan air yang diturunkan ALLAH dari Langit sehingga bumi tersebut bisa hidup kembali setelah tadinya mati  dan mengeluarkan berbagai tumbuhan dan makanan serta buah2an yang berguna bagi kita manusia maupun binatang yang juga telah diberikan oleh ALLAH kepada kita untuk bisa meneruskan kehidupan kita didunia ini.
    Orang tua maupun nenek dari Penulis sudah  lama meninggal dunia, dimana photo orang tua maupun nenek Penulis terlihat dalam tulisan ini, sewaktu masih diberikan kehidupan didunia ini, yang tentunya Penulis pada satu saat senang tidak senang akan juga meninggal jika memang telah ditentukan oleh ALLAH telah habis masa hidupnya didunia ini. 
    • Kalau kita membaca Kitab Suci Al Quran ternyata dialam diakhirat kita jika telah dibangunkan dari kuburan, melalui adanya tiupan pertama akan bangkit untuk mempertangung jawabkan segala perbuatan kita selama kita berada didunia ini.  Kita masing-masing akan diberikan kitab catatan perbuatan kita dimana jika kitab catatan perbuatan kita yang telah dicatat oleh Malaikat pencatat sewaktu kita masih hidup diberikan melalui tangan kanan kita, maka wajah kita akan cerah dan kita dalam keadaan dapat melihat.
    • Namun menurut Kitab Suci Al Quran,  jika catatan kitab yang diberikan kepada kita adalah melalui tangan kiri kita, maka digambarkan bahwa wajah kita gelap dan secara phisik tidak bisa lagi melihat apa yang terjadi; Segala perbuatan kita selama berada didunia ini tercatat semuanya tanpa adanya perbuatan kita yang tertinggal baik itu perbuatan baik maupun perbuatan yang melenceng dari kebaikan dan ketaatan kita kepada ALLAH.
    Mulut kita tidak bisa berbicara dimana  yang akan berbicara adalah tangan kita,  sedangkan kaki kita menjadi saksi atas perbuatan yang kita usahakan dan lakukan, sebagaimana tersebut dalam Surat Yasin yang seringkali dibaca oleh kita disaat ada diantara kerabat kita yang meninggal dunia dan kembali kepada Sang Khalik Pencipta. 
    • Penulis sebagai profesi Lawyer tentunya banyak terlibat dalam masalah janji yang ditepati dan yang diingkari, dimana dalam Kitab Suci AL Quran sering sekali  disebutkan bahwa Janji ALLAH adalah benar dan Pasti terjadi sedangkan Janji dari Syaitan adalah tipuan belaka, dimana syaitan diberitahukan ALLAH adalah musuh kita yang nyata dan kita tidak boleh sama sekali patuh kepada Syaitan. 
    Nah persoalannya adalah bahwa kita secara nyata didunia ini tidak dapat melihat maupun mengetahui siapa yang dimaksud  setan tersebut, sehingga Penulis mempunyai kesimpulan bahwa watak dan karakter dan sifat syetan lah yang banyak disebut oleh ALLAH dalam AL Quran  yang harus kita cari dan  temukan untuk kita jauhi antara lain  tidak mau Patuh dengan Perintah ALLAH untuk tunduk kepada Manusia Adam, karena Syetan merasa lebih senior maupun lebih tinggi derajatnya karena dibuat dari Api, sedangkan manusia Adam diciptakan oleh ALLAH dari Tanah, tembikar yang semula berasal dari Nuftah dimana kita merasa jijik. 
    • Namun kemudian setelah Nuftah tersebut disimpan dalam rahim kandungan seorang Ibu, akan tumbuh menjadi  darah, daging, tulang dan kemudian dilengkapi dengan segala kebutuhan tubuh manusia yaitu telinga, mata, hidung, kaki, tangan, kepala dan segala organ tunuh yaitu jantung, otak, urat, rambut dimana kemudian roh ditiupkan kephisik janin tersebut setelah melalui masa waktu tertentu untuk kemudian lahir kedunia ini dengan proses nangis....  
    Setelah melalui proses kehidupan didunia dari bayi, remaja, dewasa, sekolah, kuliah, kerja kemudian mulai memasuki tahapan  menua dan mulai  melemah phisiknya, sehingga kita harus pandai mengelola dan memanage agar tubuh kita sehat dengan antara lain berjalan kaki dipagi hari dan menjaga pola makan kita agar bisa Insya ALLAH hidup  sehat untuk bisa menjalankan dan melanjutkan mempertahankan hidup dengan pola yang berbeda tentunya dengan jika kita masih berumur 30 atau 40-an tahun.
               Nah hal ini tentunya kembali kepada masing-masing dari diri kita bidang apa yang akan kita fokuskan dan prioritaskan apakah bidang spiritual atau kesadaran beragamanya untuk lebih mengenal apa yang sebaiknya kita lakukan dalam masa transisi dari masa tua hingga tahapan akan dipanggil oleh ALLAH untuk membawa bekal ke dunia Akhirat serta meninggalkan manfaat bagi yang kita tinggalkan didunia ini.
    • Terkait dengan Qalbu, agar bisa hidup dan mendapatkan Nur atau Cahaya Ilahi tentunya sesuai dengan  peringatan dan berita gembira dalam Kitab Suci AL Quran adalah dengan mau mendengarkan, membaca dan memahami serta mengamalkan perintah, peringatan ALLAH untuk percaya dan beriman kepada Kitab Suci Al Quran yang telah membenarkan kitab2 Suci sebelumnya, untuk mengenal, mengetahui,  menyadari, dan meyakini serta mengimani Kemaha Tunggalan ALLAH (Ketauhidan ALLAH) didalam menciptakan dunia alam semesta ini, mengenal siapa ALLAH dengan semua sifat2nya baik sebagai Pencipta, Penguasa, Pemelihara, Penjaga, Penolong, Pengawas, Pemberi Rejeki, Pemberi Tobat,  Pembuat Keputusan, Pemurah, Pengasih, Penguasa di Hari Akhir dan mempelajari perintah, petunjuk serta menjauhi larangan ALLAH agar kita dapat berloma-lomba menggapai Tingkat atau Atribut Ketaqwaan kepada ALLAH,  agar Insya ALLAH dengan rahmat dan pengampunan ALLAH, kita  diperkenankan untuk masuk gologan orang yang bertaqwa dan  dengan rahmat ALLAH dizinkan untuk masuk Surga Janatin yang dijanjikan ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran. 
    Maka jalan  menuju tingkat ketaqwaan adalah dengan berusaha untuk benar secara berteguh hati mensucikan Qalbu kita agar bisa hidup Cahaya Iman dalam Qalbu kita dan dihindari dari penyakit Hati (Maradun) maupun Ditutupnya Qalbu kita oleh ALLAH disebabkan kita senantiasa Mendustakan  dan mengingkari Ayat-ayat ALLAH baik yang tercantum dalam Kitab Suci Al Quran maupun ayat- atau bukti tanda-tanda kebesara ALLAH yang tersebar dialam semesta alam ini.  Jadi pilihan adalah pada diri kita manusia apakah kita mau berusaha untuk mohon kepada ALLAH untuk membantu kita menjadi teguh dalam Qalbu dan pendirian serta keyakinan tanpa ragu-ragu untuk beriman kepada ALLAH, Para Rasul, Nabi serta kitab Suci  Al Quran yang membenarkan Kitab Suci sebelumnya yaitu antara lain Taurat, Injil sebagai Kitab Suci dari ALLAH yang diturunkan ALLAH  kepada Para Nabi dan Rasul untuk disampaikan sebagai peringatan kepada kita selama kita menjalankan hidup didunia agar tidak sesat dan Insya ALLAH mendapatkan Jalan Yang Lurus dari ALLAH.
    Agung Supomo Suleiman
    12 Agustus 2014 pukul 2.26 PM Waktu Indonesia Bagian Barat     
      

    Friday, July 4, 2014

    MENIKMATI BERKARYA NON-KONVENSIONAL

    Penulis sangat menikmati atas pilihan berkarya Non-Konvensional dengan waktu fleksible maupun tidak selalu harus berada diruangan Cubical dari pagi hingga sore, apalagi dan terutama mengingat Umur Penulis bersyukur sudah diberikan izin ALLAH bisa mencapai lebih dari 62 tahun. Memang semua manusia didalam berkarya bebas mempunyai pilihan, yang penting adalah bahwa sebagai manusia kita sesuai dengan kemampuan kita harus dapat berkarya dan bermanfaat bagi sesama manusia termasuk didalam memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan profesi yang telah kita pilih masing-masing.
    • Kalau kita mempunyai suatu keahlian profesi tertentu, maka yang semula kita mencari pengalaman untuk dapat berkarya dengan melamar bekerja disuatu institusi atau wadah orang lain, maka tergantung dari karakter kita, dimana pada satu saat baik karena terpaksa atau karena memang konsekwensi dari pilihan berkarya kita, kita akan dapat mengenali gaya dan cara berkarya yang model apa yang akan kita pilih didalam melakukan karya kita untuk dapat mencari karunia dari ALLAH Sang Maha Pencipta. Nah, bagi Penulis terindikasi bahwa karakter Penulis adalah lebih senang bebas merdeka dan tidak terikat dengan suatu organisasi yang ketat dalam menentukan Jam kerja serta keberadaan Penulis berkarya, sehingga Penulis lebih memilih untuk berada dalam suatu suasana yang lebih Fleksibel terkait dengan Jam Kerja serta Ruangan dimana Penulis harus berkarya.
    Yang jelas manusia sedapat mungkin harus berkarya dan mempunyai kegunaan dan manfaat bagi dirinya maupun lingkungan yang membutuhkan keahlian profesinya. Nah terkait dengan pilihan mengenai Jam kerja serta Ruangan dimana dia harus melakukan Karyanya adalah dapat berbeda dan bervariasi antara satu dengan lainnya. Penulis nampaknya dari perjalanan hidup sangat menikmati untuk hidup lebih merdeka didalam berkarya dimana Penulis dapat mengatur kapan mau bekerja melakukan Karyanya maupun dimana Penulis dapat melakukan Karya tersebut. 
    • Memang ada konsekwensi dari Pilihan cara Berkarya kita, dimana tergantung dan merupakan juga buah hasil dari pilihan kita, dimana Penulis juga menikmati ber Karya Solo sebagai Professi Business Lawyer yang nampaknya tidak bisa berada dibawah naungan wadah maupun bersinergy dengan pihak lain, karena bisa dapat merepotkan wadah lain tersebut akibat kemauan dan pandangan Penulis yang tidak mau terikat untuk berada di suatu Ruangan Cubical dari pagi hingga sore, dimana Penulis merasakan terkungkung dan tidak bisa menikmati udara luar baik hijau pepohonan, sinar matahari maupun berkicaunya burung serta suasana siang maupun sore hari.
    Penulis juga senang naik Bis Umum untuk dapat merasakan detak hidup dari Rakyat banyak maupun merasakan kemerdekaan tidak terikat dengan kungkungan Gengsi yang kadangkala terasa menyesakan diri Penulis
    • Nah, terkait dengan kendaraan Bus Umum ini, di Indonesia Kebijakan maupun keberpihak Pemerintah maupun DPR khususnya yang harus bertanggung jawab atas kenyamanan, keamanan dan kelancaran dari Transportasi Umum ini sangat lemah dibandingkan dengan negara tetangga kita, misalnya Singapura, atau Jepang dimana Transportasi Bis Umum atau MRT memang benar-benar dan sungguh dipikirkan oleh pihak yang Bertanggung untuk membuat Policy serta keberpihakan kepada Masyarakat Umum tersebut. 
    Kembali kepada Tema Menikmati Berkarya Non-Konvensional, Penulis disaat umur nya sudah lebih dari umur 62 Tahun, lebih dapat merasakan kebutuhan untuk mencari keseimbangan hidup Berkarya yang disesuaikan dengan keharusan untuk me-manage pola hidup yang lebih sehat dan seimbang, dimana Penulis sangat menikmati dan bersyukur mempunyai Profesi sebagai Independen Professional Business Lawyer,  dimana kita harus senantiasa bersyukur ALHAMDULILLAH kepada ALLAH bahwa kita masih dapat berkarya memberikan jasa hukum bagi yang membutuhkan dengan fokus kepada Jasa Hukumnya yang dapat Penulis lakukan dimana saja baik di Ruangan Kerja maupun di tempat yang tersedia tempat untuk membuka Lap Top, dimana yang penting adalah pengadaan peralatan Computer /  Laptop kita serta Data Base Penyimpanan Data/  Dokumen maupun system komunikasi pengiriman email, dokumen serta mempunyai Blog Hukum SACO LAW ADVOKAT yang dapat kita jadikan Label Brand serta Kantor kita didunia Maya, mengingat dunia yang sudah serba IT diabad  Era  Global Informasi ini. 
             
     Jakarta 5 Juli 2014
    Agung Supomo Suleiman 
    Sabtu 

    Sunday, April 13, 2014

    MEMANAGE DAN MENGELOLA WAKTU YANG SEIMBANG DAN BAIK

    Waduh apa yang aku mau tulis ya? Belum ada bahan sih. O ya aku sedang pilek nih, kayaknya karena kurang jalan pagi deh, sehingga stamina badannya juga menurun.  Wah sudah lama juga engga menulis di Blogku AGUNGSS Experimental blog ini ya. Rasanya pilek banget nih sehingga aku tadi buat teh panas supaya bisa membantu melegakkan hidung pernapasanku. Yah sudah lama juga semenjak 1 Juni 1998 aku self employed dikala aku berumur 46 tahun, dimana kini aku dizinkan ALLAH masih dapat  berumur lebih dari 62 tahun. 
    • Memang tidak mudah ya untuk hidup self-employed, dimana penghasilannya nya tidak berdasarkan fixed-income melainkan tergantung dari keberadaan proyek jasa hukum yang sedang kita lakukan, dimana hal ini memamg merupakan pilihan Penulis untuk dapat lebih mengontrol kehidupan dan penerapan kehidupan Professional Penulis sebagai Business Lawyer.     . 
    Managemen yang aku terapkan didalam menjalankan usaha jasa sendiri secara self- employed ini lebih banyak Penulis  rasakan dengan mengandalkan kepada kepercayaan kepada ALLAH, bahwa kita haruslah berusaha dan berikhtiar mencari karunia rejeki ALLAH didunia ini, dimana kalau memang jatah rejeki kita masih tersedia untuk kita didunia ini, maka Insya ALLAH akan ada jalan keluar mendapatkan rejeki tersebut, tentunya dengan memegang rambu yang diridhoi ALLAH untuk dapat kita pertangung jawabkan kelak di hari Akhirat.          
    • Kita nampaknya harus mengevaluasi kekuatan dan potensi yang kita punyai, untuk dapat menghasilkan cash-in, dimana semua ini adalah tergantung pada kekuatan stamina dan kesenangan kita,  yang dapat mendorong semangat kita untuk dapat tetap survive. Hal ini adalah penting guna  dapat mengoptimalkan asset kita menjadi alat produktif  untuk mendapatkan karunia cash ini dari ALLAH, yang kita kombinasikan dengan asset ilmu dan knowledge serta pengalaman  Jasa hukum dari Penulis.
    Dalam fakta dan kenyataan hidup,  kita akan melalui tahapan dan phase hidup mengikuti keadaan perubahan phisik kita yang staminanya semula lemah menjadi kuat kemudian mulai harus kita kelola dan jaga stamina phisik kita, sehingga kita  harus belajar lagi, dalam setiap phase tersebut, untuk  berusaha dapat tetap survive sebagai manusia yang sehat, baik phisik, mental maupun spiritual, sehingga kita harus bisa memanage dan mengelola waktu yang seimbang dan baik. 
    • Hal ini tentunya adalah termasuk untuk ibadah dimana kita harus menyediakan waktu untuk membaca Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada Rasul Muhammad S.A.W. untuk disampaikan kepada kita selama didunia, guna bisa lebih menjamin dapat  terarah dan jelas mau diapakan kehidupan kita didalam menghabiskan waktu didunia yang sudah diujung perjalanan, yang nantinya senang atau tidak senang kita akan meninggalkan dunia ini dan menuju dunia Time and Place Zone yang berbeda, dimana bagi kita sebagai kaum yang menganut iman Islam,  tentunya data lengkapnya harus kita berpatokan kepada Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran untuk mengetahui hal dimensi setelah kehidupan dunia ini kita lewati, dimana kita  tidak bisa mengandalkan kepada dugaan dan terkaan semata.  
    Demikianlah sekedar renungan malam yang Penulis buat pada Minggu Malam ini.
    Jakarta, 14 April 2013