Friday, August 16, 2019

EXPLORASI JAKARTA CIPETE - SENAYAN PERSPEKTIF PEGOWES

Setelah Penulis tidur malam ini,  tidak terasa terbangun ditengah malam ini, dimana Penulis kemudian membuka Blog dari Penulis dan ada keinginan untuk menulis, namun belum jelas apa yang hendak ditulis.
O ya, Alhamdulillah kemarin Penulis EXPLORASI JAKARTA CIPETE ke   - SENAYAN  PERSPEKTIF PEGOWES  berangkat jam 9.15 pagi, setelah sebelumnya Gowes hingga ke Andara Residence, kerumah Kakak Penulis lewat jalan Fatmawati berangkat setelah Sholat Asyar.

Rasanya enak menemukan jalan untuk bisa bergowes lewat Jalan Fatmawati ( Catatan : tidak ada jalur khusus Gowes),  dimana Penulis rajin bertanya kepada orang dipinggir jalan untuk mengetahui arah menuju Residence Andara, sehingga Alhamdulillah, Penulis  bersyukur dapat sampai di Residence Andara, dan mampir kerumah Kakak setelah menempuh 1 jam lebih, dimana kemudian minum teh anget dan berputar sebentar sekitar Residence Andara; Jelang Magrib Penulis pulang gowes ke rumah dan sholat Magrib berjamaah ditengah jalan pulang, sehingga pulangnya ternyata sudah malam dan Alhamdulillah bisa sampai rumah. Sebenarnya Penulis belum siap bersepeda malam karena Sepeda Lipat Peulis tidak dilengkapi dengan lampu depan maupun pantulan merah plastik jika kena sorotan lampu dibelakang sadle sepeda, sehingga Penulis bilang ke Kakak Penulis mau segera balik ke Rumah jelang Magrib mumpung belum gelap, namun ternyata ditengah jalan setelah Magrib berjamaah di salah satu Mesjid di pertigaan, telah gelap malam.
Penulis memang sengaja mampir sholat Jamaah di Mesjid tersebut karena tidak mau ketinggalan Sholat Berjamaah di Mesjid Rumah ALLAH, guna mengapai Ridho ALLAH S.W.T. yang bernilai 27 kali dibandingkan dengan Sholat sendirian, sesuai Sunnah Hadist Nabi Muhammad S.A.W.
Sebelumnya pada hari kemarinnya  Penulis ber-Gowes ke arah Toko Material Besi Aneka Logam dibilangan Jalan Fatmawati dekat ITC Fatmawati untuk menanyakan material baja ringan guna mengganti atap rumah yang sudah mulai kena rayap, mengingat sudah lama juga atap rumah Penulis dan isteri dibilangan Kompleks Deplu Cipete/Cilandak tidak diganti. 
Wah, secara  tidak sadar tidak terasa disebabkan Penulis berusaha latihan praktek bersepeda - Gowes secara rutin minimal 30 Menit satu hari disekitar Cipete, maka  Alhamdulillah Penulis merasakan  "sudah mulai dapat mengendalikan Sepeda", karena pengendalian Sepeda itu penting agar terasa Sepeda yang kita kendarai "menyatu dengan diri kita" sehingga mudah dikendalikan Sepedanya. Penulis mulai ber- Gowes lagi, disebabkan mendapatkan nasehat dari Dokter 24 Jam dibilangan dekat Stasiun MRT Haji Nawi, untuk bersepeda guna mengatasi masalah "sesak nafas".
Penulis Fokus memang pada hari itu untuk dapat menuju Senayan, sebagai suatu "Tantangan" yang harus berusaha ditaklukan, mengingat sehari sebelumnya Alhamdulillah, dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Kuat, Penulis  berhasil Gowes ke tujuan  Residence Andara tempat tinggal Kakak Penulis.
Rasanya nikmat sekali bagi Penulis dapat bergowes menelusuri jalan antara lain melewati, Jalan Cendrawasih, Kompleks Deplu Cilandak, Gandaria Selatan, Stasiun MRT Haji Nawi,  Jalan Fatmawati, Panglima Polim dan belok lewat jalur dekat lapangan depan Apotik Melawai, jalan sekolah SMA 70,  Bulungan dan terus  Jalan Hang Lekir, Hang Tuah, Jl.Martimbang, Simprug hingga tidak terasa lewat dekat Universitas Moestopo dan ketemu  kearah Senayan yang kini bernama Gelora Bung Karno disingkat "GBK, yang bisa terlihat dilaporan Fitbit garis merah yang dihubungkan dengan HP Penulis.
Oh ya sesampainya di Senayan, terlihat dari Papan Pengumuman di sekitar GBK,  bahwa Kendaraan Mobil dan Motor "tidak boleh berpakir disekitar lingkungan GBK", dengan sanksi akan digerek jika tetap berpakir
Terlihat juga bahwa banyak tali pembatas kuning dimana kita tidak bisa melawatinya.   Penulis melihat ada Pintu masuk yang terbuka, dimana ada Pejalan Kaki yang sedang berolah raga jogging keluar dari GBK, sehingga  nampaknya Sepeda atau Pejalan Kaki, dapat  masuk kedalam lingkungan GBK, sehingga Penulis ber-Gowes ke tempat Tennis, dan melanjutkan ke Gedung Kolam Renang di GBK. 
Penulis ber - Gowesnya santai saja,  sambil menikmati pemandangan meng-"Eksplorasi Jakarta melalui Perspektif Pe-Gowes", yang terasa sekali berbeda dengan perspektif,  jika kita  menaiki kendaraan umum atau kendaraan biasa. Penulis memang "Fokus" pada Tujuan hendak ber-Gowes dari Rumah di Kompleks Deplu Cipete/Cilandak, menuju ke Senayan sehingga tidak terasa bahwa Penulis telah ber-Gowes  lumayan jaraknya 22.55 - 22.63 km selama 3 Jam 40 menit sebagaimana terbaca dalam Laporan perlengkapan "Jam FitBit" yang bisa mengukur Denyut Jantung per menit, serta bisa dipasang jam berapa memulai Excercise, serta berapa jam serta berapa km ditempuh sekali Excercise, serta berapa Kalori yang dibakar, yang    dikaitkan dengan "Blue Tooth" dengan HP Penulis yang dipasang GPS, yang disetel mulai berangkat dari Rumah Penulis ke Senayan Kolam Renang hingga kembali ke rumah,  dimana Penulis sempat mampir pulangnya  memakan Soto Kudus di Jalan Kyai Ahmad Dahlan dan Sholat Dhuhur Jamaah di Mesjid At Taqwa Muhammadiyah bersama dengan anak2 sekolah, sebelum bergowes menuju pulang ke rumah. 
Pengalaman ber Gowes diatas,     sangat menarik bagi Penulis, dan sangat bersyukur masih diberi izin oleh ALLAH S.W.T., dapat ber Gowes dengan santai sambil menikmati Pemandangan sepanjang jalan dari Perspektif Seorang Pe-Gowes, dimana terasa menyehatkan badan khususnya memperkuat otot paha dan betis serta telapak kaki, serta belajar untuk menguasai diri untuk mengendalikan sepeda serta mengatur pernafasan yang menurut Nasehat Dokter bagus untuk mengatasi Sesak Nafas, tentunya Penulis juga membeli menutup hidung dan mulut agar bisa mengurangi mengisap udara radikal bebas.
Memang untuk menjaga kesehatan atas badan phisik kita, harus ada kemauan dan tekad yang kuat dari diri kita untuk mau memaksakan diri kita berolahraga, dimana kebetulan Penulis mengikuti nasehat Dokter 24 Jam untuk bersepeda dimana menurut Dokter, tekanan pada dengkul kita dengan bersepeda tidak terlalu membebani. Penulis sangat bersyukur kepada ALLAH S.W.T. masih diizinkan untuk mau ber Gowes, sehingga terasa lebih enak dan enteng badan kita, dan tidurnya juga lebih enak, dikombinasikan dengan minum 1 sendok makan Ekstra Virgin Olive Oil pagi hari dan 1 sendok makan malam hari, untuk menjaga kesehatan kita sesuai  kata para ahli yang menasehatkan Manfaat dari Olive Oil serta Manfaat dari bersepeda.
Ok dulu sudah malam jam 3.18 AM, mau tidur dulu pada malam Sabtu 17 Agustus 2019

Jakarta, 17 Agustus 2019 jam 3.18 AM  setelah tadinya sudah tidur, dan terbangun dan mau tidur lagi, d-Edit pagi Sabtu 17 Agustus 2019 jam 8.06 AM
Agung Supomo Suleiman 

MERDEKA - Dirgahayu Indonesia Raya
.   
   .
       

Friday, July 26, 2019

Perlu Policy Kebijakan Untuk Para PeGowes Demi Udara Bersih

Sudah lama nih tidak berkunjung ke Blog AgungSS Experimental Blog; Oh ya aku baru saja selesai olahraga Gowes Sepeda 6,48 km selama 57, 41 menit dimana Energy Burned 385 Calo dengan 6,8cal/m sesuai dengan laporan dari Fitbit yang disambung dengan HP ku. Rasanya enak sudah mulai menguasai pengendalian sepedanya setelah hampir 2 Minggu aku mulai Gowes setelah dokter 24 Jam dekat Rumahku dibilangan Perumahan Kompleks Deplu, Gandaria Selatan, Cipete/Cilandak,  atau dekat Stasiun MRT Haji Nawi   
menasehatkan aku untuk mencoba bersepeda sewaktu aku bilang aku suka sesak nafas.


Berdasarkan nasehat dokter tersebut aku mencari sepeda dan Alhamdulillah ada kawan isteriku menawarkan untuk membeli  Sepeda Lipat yang sudah tidak dipakai anaknya, dan tentunya aku dan isteriku tidak menolak untuk membeli karena memang aku sedang butuh sesuai  nasehat Dokter Umum tersebut.

Maka sudah lebih kurang 2 Minggu, aku setiap hari minimal 30 Menit Gowes demi menjaga kesehatan phisikku. Rasanya semula agak kaku menggencot pedalnya, karena memang sudah lama tidak bersepeda,  namun dengan banyak kita praktek berlatih, Alhamdulillah  terasa otot kaki paha dan betis rasanya menguat, dan juga penguasaan nafasnya mulai terkendali. Penguasaan sepeda maupun tanjakan semula juga agak berat,  namun dengan berpraktek terus,  maka rasanya bisa tertanggulangi. 
Bagi pegowes seumur Penulis yang sudah diberikan oleh ALLAH Yang Maha Pemberi Kehidupan, dapat mencapai berumur 67 tahun lebih, kita harus mengetahui kelemahan dan kekuatan kita. Sehingga karena di Jakarta tidak tersedia Jalur Khusus untuk sepeda, maka kita mencari tempat dekat kompleks daerah Cipete yang tidak banyak motor dan mobil. Permulaan tentunya kita service dulu sepedanya di dekat Rumah yaitu Bengkel Sepeda di Daerah pertokoan Lotte Fatmawati.  Aku semula juga tertarik dan mencoba sepeda anaku Tia di Belanda,  sewaktu Akhir bulan Februari Mei hingga permulaan April 2019, aku ke Enschede, Belanda, tempat anakku Tia, Mantuku Matthias dan cucuku Olivier bertempat tinggal.  
Kalau di Belanda, enak sekali bersepeda karena memang tersedia adanya Infrastruktur Jalur Khusus Sepeda, sebagai Kebijakan Policy di Belanda yang mengutamakan kendaraan bersepeda, semenjak tahun 1973, dimana masyarakat Belanda pada tahun 1970-an telah melakukan Demonstrasi Protest untuk dibuatnya  Kebijakan Transportation Policy yang memberikan Infrastruktur Jalur Khusus untuk bersepeda, mengingat pada saat itu juga belum banyak tersedia Jalur Sepeda Khusus, sehingga terjadi banyak kecelakaan, disaat ekonominya sedang booming,  sehingga banyak kendaaraan Mobil yang dibeli dan nampaknya menyebabkan kerugian bagi pemakai sepeda karena tidak tersediannya jalur khusus yang menyebabkan kecelakaan,   karena tidak tersedianya jalur khusus sepeda yang memadai pada saat itu   dari segi Keselamatan dan Keamanan Berspedea. 
Demonstrasi ini dapat kita temukan di You Tube. 

How the Dutch got their cycling infrastructure

Memang sangat enak kalau kita mau mengetahui dan mempelajari keadaan "Kenapa Misalnya di Belanda Infrastruktur untuk sepeda saat sekarang tersedia bagus sekali". 

Ternyata tidak terjadi begitu saja, melainkan karena ada latar belakang adanya Kebijakan atau Policy Tingkat National dan  Municipal yang dibuat karena akibat adanya banyak kecelakaan pengendara sepeda khususnya terhadap anak kecil , karena mereka dimarginalkan dengan adanya banyak kendaraan mobil. 
Selain benar-benar mengurangi kecelakaan juga untuk menjaga lingkungan kebersihan udara, dan juga space atau ruangan spacenya terbatas, sehingga demonstrasi dan protest muncul tahun 1970-an dimana tahun 1973 juga tejadi krisis energy, sehingga protest tersebut diatas berhasil untuk dirubah dan dibuatnya Policy Transportasi secara Nasional dan Munipal. 
     Untuk itu kta juga bisa belajar dari Belanda bagaimana menanggulangi transportasi yang aman, nyaman dan juga disediakannya Infrastruktur Sepeda, karena dulu sewaktu aku SMP Sumbangsih, kita juga berkendaraan sepeda; Memang harus ada kemauan pembuatan Policy tingkat Pusat maupun Daerah yang juga dapat berkontribusi untuk membersihkan udara dari polusi radikal bebas.
Wah, sudah dulu deh, ada undangan dimana jam 10.00 harus sudah berangkat;
Ok Ya
Jakarta 27 Juli 2019
Cheers
Agung S.Suleiman     
     


Thursday, January 31, 2019

Profesionalitas Business Lawyer

Tidak terasa sudah akhir Bulan Januari Tahun 2019. Memang waktu itu berlalu sangat cepat. Setiap tahun ada perbedaan keadaan maupun pekerjaan apalagi jika kita Self Employed dan telah diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk berada didunia yang fana ini lebih dari 67 tahun, alias umur pensiun. 

Yah begitulah kehidupan itu berjalan terus dan tidak pernah berhenti hanya generasi nya yang diubah dan diganti oleh ALLAH, dari zaman ke zaman dan dari  Umat ke Umat penggantinya, sesuai dengan Firman ALLAH dalam Kitab Suci AL Quran bagi kita yang berkeyakinan Muslim
  Jika kita sudah diberikan umur yang panjang oleh ALLAH, dan jika diberikan oleh ALLAH keberanian untuk melakukan "Eksperiman Kehidupan Self Employed" pada umur tertentu dalam tahapan kehidupan kita, dimana bagi Penulis telah 2 kali melakukannya yaitu pertama tahun `1991, dan kemudian tahun 1998,  maka Insya ALLAH, kita akan akan diberikan "Pemahaman dan Kesadaran" dari ALLAH Sang Maha Pencipta bahwa  rejeki karunia dari ALLAH  kepada kita dapat terjadi disaat dan waktu yang "tidak bisa kita diduga-duga datangnya, dimana dapat diberikan ALLAH" diujung tahun,  bisa ditengah tahun  atau dapat diberikan ALLAH kepada kita diakhir tahun. Sehingga terasa ada masa Pacekelik dan ada masa Hujan turun gerimis dan juga ada masa hujan Deras atas Cash Flow kita yang membuka wadah sendiri atau Self-Employed ("Mempekerjakan diri sendiri").
Yang jelas perjalanan dalam setiap 1 tahun ada 12 Bulan, yang beredar terus mengikuti peredaran Bumi yang mengitari Matahari serta Bulan yang mengitari Bumi sesuai dengan ketetapan dan ditentukan oleh ALLAH sang Maha Pencipta kehidupan ini serta alam semesta ini, sebagai tanda-tanda Kekuasaan ALLAH sesuai dengan Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran.

Memang benar kata para Ustad yang mendalami Kitab Suci AL Quran bahwa kita sebagai makhluk hidup didunia sudah diberikan "Jatah dan Takaran Rejeki" selama kita masih diberikan kehidupan oleh ALLAH didunia yang sementara ini. 
Bagi Penulis sebagai  Blogger, ada kesenangan dan kenikmatan sendiri jika kita sedang menulis mengikuti alur pikiran maupun perasaan dan mood kita. Memang setiap manusia berbeda-beda karakter dan pasionnya, dimana jika dikombinasikan antara beberapa elemen yang diberikan ALLAH Sang Maha Pencipta kepada kita maka terbentuklah suatu "Karakter Keunikan" dari masing-masing kita didalam meramu dan menjalankan kehidupan didunia ini.   
Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, pasti ada kekurangan dan kelebihan, kelemahan dan kekuatan masing-masing sesuai dengan "Qadar" yang diberikan oleh ALLAH melalui sistem "mekanisme keturunan Genetik" dari kombinasi Orang Tua kita, baik sifat, karakter, jenis ras, etnis secara "turun temurun" dan  "generasi demi generasi" sesuai Siklus Kehidupan yang diciptakan oleh ALLAH secara sempurna atas semua manusia yang diciptakan ALLAH diseluruh belahan Bumi ini, sesuai  Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran yang merupakan Kitab Suci Pelengkap dan Penutup dari Seluruh Kitab2 Suci terdahulu yang diturunkan ALLAH melalui Para Rasul dan Nabi sebelumnya dari Umat ke Umat dan Zaman ke Zaman, dimana kita sebagai Umat Rasul Muhammad S.A.W. merupakan Umat terakhir dari Rasul Akhir dan Penutup dari Para Rasul yaitu Rasul Muhammad S.A.W. yang melanjutkan pesan gembira  dan peringatan ALLAH untuk hanya menyembah kepada  ALLAH Yang Maha Esa  dan tidak kepada Ilah yang lain selain ALLAH yang tidak beranak maupun tidak mempunyai ketergantungan atas sesuatu Zat lain apapun,  sesuai Firman ALLAH dalam  Surat AL Ikhlas dari Kitab Suci Al Quran

Penulis termasuk manusia yang senang bereksperimen dengan kehidupan, dimana disetiap Wadah perusahaan orang lain Penulis hanya bertahan bekerja paling lama setiap tempat 5 tahun, dimana pada tahun 1991 pernah mencoba membuka wadah sendiri 1 Tahun dan diminta gabung merger dengan suatu Law Firm ternama selama 2 tahun, namun Penulis kembali bekerja sebagai In-House Legal Counsel di Perusahaan PT Freeport Indonesia pada tahun 1993 dan pada bulan Juni tahun 1998 kembali membuka wadah sendiri,  guna dapat secara optimal menjadi Self Employed dengan membuka Wadah suatu Law Firm dengan nama Suleiman & Rekan yang kemudian beberapa kali berganti Partner maupun nama yang kemudian  menjadi bernama Suleiman Agung & Co atau disingkat SACO Law Firm.
Dalam perjalanan selama 20 tahun Penulis juga sering memberikan Jasa Hukum secara Individu - Independent Business Lawyer - AgsS - karena memang Lisensi Advokat itu diberikan kepada Pribadi oleh Perhimpunan Advokat Indonesia ("Peradi") maupun Tenaga Ahli Hukum, dimana  semula Penulis telah disumpah menjadi  oleh Pengadilan Tinggi  di Banjanegara pada 14 Maret  tahun 2000 menjadi Advokat dan Penasehat Hukum.

Kini Brand Name yang digunakan adalah AgsS - SACO  , dan Insya ALLAH berkah. Dengan adanya beberapa Blog,  maka Penulis berusaha untuk tetap konsisten didalam memperkenalkan  AgsS - SACO sebagai suatu instrumen untuk dapat mengimplentasi keahlian dan pengalaman melaksanakan Legal Advice serta Jasa Hukum kepada Klien yang membutuhkan, dan menyerahkan dan memasrahkan kepada ALLAH takaran rejeki yang diberikan oleh ALLAH kepada kita, karena manusia harus seimbang berusaha dan berikhtiar sesuai kemampuan dan kemudian  memasrahkan diri kepada ALLAH atas taqaran rejeki karunia dari ALLAH.   
 Dalam melaksanakan eksperimen kehidupan berkarier ini,  Penulis juga tidak mau terikat dengan "kekakuan" jam kerja yang harus berada di Ruangan Kotak dari pagi hingga sore hari, melainkan lebih menyenangi cara kerja dengan sistem "Flexi Ruangan dan Flexi Waktu", dimana terserah dari Penulis  untuk "bekerja" diruang mana bisa di Cafe di PIM, maupun ditempat base AgsS - SACO dengan methode  "waktu Flexi" (atau "Flexy Time"), mengingat Penulis termasuk type manusia yang lebih senang menentukan model dan cara kerja yang "lebih Flexible", dan tidak kaku untuk berada di "Ruangan Cubical" dari jam 8 pagi hingga jam 17.00 sore, agar Penulis "tidak terjerembab" dalam suatu keadaan yang "monoton dan rutinitas", sehingga bisa lebih memilih untuk bekerja dengan waktu dan tempat yang kita tentukan sendiri, apalagi dunia Abad ke 21 ini  adalah Dunia Era Internet sehingga perangkat yang dibutuhkan oleh seorang Profesional adalah Lap Top maupun Daya simpan Data serta Peralatan Wifi yang Canggih, sehingga dapat berkominikasi dengan Klien,  dari mana saja dan "tidak terikat" harus senantiasa berada disuatu Ruangan Khusus yang Tetap, seperti Era Terdahulu Pra Era IT Informasi. 

Irama Flexi Time dan Flexy Place ini dapat lebih cenderung kita lakukan,  jika memang kita  "membuat wadah sendiri". Namun jika wadah yang kita buka sendiri,  ternyata dirasakan terlalu kaku dan tidak flexible, yang mengakibatkan seolah-olah kita cenderung memenjarakan diri kita sendiri untuk  berada diruang kotak atau "Cubical Room" dari Pagi sampai Malam, maka hal ini tentunya bukan dimaksudkan oleh Penulis,  karena Penulis juga ingin sekali menikmati suasana Sore Hari di ruang terbuka, dan tidak terkungkung dalam Ruangan Kotak dari Pagi hingga Petang.
 Yang penting kalau ada pekerjaan Pemberian Jasa Hukum kepada Klien sebagai karunia rejeki dari ALLAH, maka Penulis berkomitment untuk mendedikasikan penuh  memeberikan Jasa Hukum dengan tuntas, benar serta sungguh - sungguh,  secara Profesional, dengan  rasa tanggung jawab yang tinggi untuk memberikan Jasa Hukum yang profesional kepada Klien kita.   
      Yah beginilah sekelumit tulisan Penulis Sore ini. 
Jakarta     31 Januari 2019 diedit 9 Februari 2019
Agung S.Suleiman


Saturday, March 10, 2018

PILIHAN PROFESI

Terus terang belum jelas mau menulis apa. Namun yang penting adalah bahwa kesehatan phisik  itu penting untuk dijaga apalagi jika kita sudah menginjak usia senja  berada didunia ini. Adakalanya kita  merasa jenuh, cupet,  stuck, dan males mikir.
Well any way,  jangan lupa melaporkan SPT Tahun 2017,  dimana menurut Petugas Kantor Pajak, terdapat juga alternatif pilihan bagi yang sudah pensiun dan telah melampui umur 65 tahun untuk bisa mengajukan alternatif wajib pajak non-effektif  seperti diacu dalam http://www.pajak.go.id/content/formulir/10177/formulir-permohonan-penetapan-wajib-pajak-non-efektif.
 Menurut Petugas Kantor Pajak yang terletak di Jl. Simatupang. jika kita secara pribadi  telah mempunyai   NPWP,  maka kita tidak dapat menghapus NPWP kita. Karenanya sebagai jalan keluar, individu yang telah Pensiun  diberikan opsi untuk mengajukan permohonan penetapan Wajib Pajak - Non Efektif,  jika kita memenuhi persyaratan yang tersebut dalam Formulir diatas. 

Namun hal ini dapat dilakukan setelah kita terlebih dahulu melaporkan SPT Tahunan yang akan berakhir tanggal 31 Maret 2018,
Untuk hal ini sebaiknya,  kita sendiri  datang dan berkonsultasi dengan petugas bagian E-Filing di Kantor Pajak, yang akan melayani pertanyaan serta membantu kita untuk mengisi Laporan NPWP lewat E - Filling. Kita rasakan bahwa para petugas di Kantor Pajak sudah bagus pelayanannya,  transparan dan profesional di Jakarta, sehingga kita  terkesan atas keprofesionalitasnya kerja mereka. 
Kembali ke Judul "Pilihan Profesi" kita, maka Penulis telah lama berlanglang - pacu sebagai Independent Business Lawyer, selama hampir 20 Tahun semenjak 1 Juni 1998, dimana  Penulis dalam perjalanan Profesinya lebih memilih Profesi yang Independent - Merdeka, tidak berpatisan,  dimana kita bisa lebih bebas dalam ber- ekspresi. Hal ini,  termasuk terkait mendiskusikan masalah pemantauan dan perkembangan Kepastian Hukum Bisnis di Indonesia yang masih harus diperjuangkan terus menerus.  guna dapat memberikan suasana yang tambah lebih kondusif dan memberikan kesempatan termasuk  kepada Para pelaku Bisnis, maupun pemberian Jasa untuk dapat mengembangkan dan memperdayaan diri mereka. 
Bagi Penulis, yang pilihan sifat profesinya ingin mempertahankan kebebasan Merdeka - Independent termasuk juga tidak mau terlalu kaku,  terkekang dan terjebak dalam suatu kondisi   yang  bisa mengekang kebebasan pengaktualisasian diri kita, maka  Penulis banyak pengalaman melayani Klien Lokal yang acapkali mengalami kendala dan kesulitan keuangan untuk melanjutkan bisnis yang digeluti baik di Perminyakan Gas maupun Pertambangan Umum, Perhotelan, sehingga membutuhkan cara keluar untuk dapat memecahkan masalah kesulitan masalah keuangan atau permodalan ini. 
Memang hidup merupakan pilihan dari kita masing-masing dan pasti ada plus dan minusnya atas pilihan yang dibuat oleh setiap Individu tersebut tergantung dari pengalaman jatuh bangunnya yang bersangkutan dalam menjalankan profesi kehidupannya ini.
Yang jelas kalau kita sudah berumur senja, dimana misalnya Penulis bersyukur telah  diberikan ALLAH, berada didunia ini lebih dari 66 Tahun,  sehingga ilmu dan pengalaman kita, sebaiknya tetap  dapat kita salurkan,  sesuai kemampuan  kita, dimana hal ini  sepenuhnya  adalah tergantung dari kita,   mau diapakan "aset pengalaman profesi" yang telah kita timba dan alam selama ini. . 

Tentunya salah satu  hal penting adalah menjaga stamina tubuh phisik,  agar kita dapat tetap mempunyai kesempatan berkontribusi. Untuk hal ini kita harus memaksakan diri kita untuk rajin dan rutin jalan  kaki minimal 40 Menit dalam setiap 1 atau 2  hari untuk menjaga pengelelolaan phisik kita.

Dengan melakukan olahraga jalan kaki tersebut, maka badan kita Insya ALLAH  terasa bisa  lebih segar dan fit serta tidak kaku otot dan uratnya. Tentunya ada pula olah asah " otak kita" dengan misalnya menulis di Blog kita, sehingga kita bisa mengaktulisasilan dan mengekpresikan apa yang ada dalam diri kita masing-masing, dimana Penulis karena memang hobynya menulis di Blog maka, Penulis kalau sedang dalam keadaan bumpet cara berpikirnya akan berusaha  memaksakan diri untuk membuka Blog kita,  dimana salah satu Blog  Penulis  berjudul AGUNGSS Experimental Blog sehingga dapat menjadikan semacam Therapy bagi Penulis untuk menjaga agar kita tetap berkarya dalam menulis.
Dengan kontinu rajin menulis, akan melatih cara berpikir sistimatis kita, sesuai  ilmu dan profesi bidang kita masing-masing maupun hobby serta passion kita,  sehingga terasa "Plong" perasaan kita,  kalau sudah menulis Artikel.  dimana semula sewaktu awal mulai menulis, biasanya  terasa jenuh dan cupet cara berpikir kita. Nah untuk mengurangi ketegangan kita, cobalah biasakan menulis sambil mendengarkan Lagu dari Radio kita sehingga rasanya enak dan enjoy menulisnya.  
Nah tentunya di dunia Maya kita juga bisa bergabung menjadi associate dari Amazon yang menjual berbagai Produk dimana kita adalah Publisher dari berbagai Produk yang disediakan di Lapak Amazon, lumayan siapa tahu ada pundi-pundinya..sebagai Amazone Associate....hehehe...semoga .....
Wah ok dulu deh ya Chiao
Agung Supomo Suleiman Jakarta 10 Maret 2018

Thursday, January 25, 2018

Sekilas Lintas Gambaran Pekerja Pembangunan MRT di Jalan Fatmawati

Penulis sore ini hendak membuat snapshot sekilas Lintas Gambaran Pekerja Proyek Pembangunan MRT (Mas Rapid Transit)  di Jalan Fatmawati khususnya Stasiun MRT di Haji Nawi dekat Rumah tinggal Penulis dibilangan Gandaria Selatan Kompleks Deplu Cipete.  
Para Pekerja dari Konstruksi Jalan Layang MRT Jalan Fatmawati adalah contoh dari Pekerja yang tidak kerja didalam ruangan gedung tertutup melainkan diluar gedung atau diluar lingkungan tertutup
Setelah Pembangunan MRT dari Stasiun Lebak Bulus, Jalan MRT sepanjang Jalan Simatupang, dan belok kekiri Jalan Fatmawati, Jalan  Panglima Polim hingga Blok M, terus ke Jalan Sisinga Mangaraja, Jalan Jenderal Sudirman  hingga Hotel Indonesia, maka kini tahapannya adalah  pembuatan konstruksi  beberapa Stasiun MRT termasuk Stasiun Haji Nawi, Jalan Fatmawati yang jelas akan merubah wajah dan bentuk lingkungan Transportasi di bilangan sepanjang  Jalan Fatmawati.   
Kita dapat  amati bahwa Para Pekerjanya,  bekerja diluar ruangan dan memakai pakaian kerja lapangan dengan memakai Topi Helm, Rompi  pengaman,  serta sepatu boots,  sesuai dengan persyaratan keselamatan kerja dalam bidang Konstruksi Proyek Pembangunan MRT. 
Base dari Para Pekerja MRT ini  terlihat dibeberapa rumah yang disewakan di sekitar Kompleks dan Perumahan dsekitar Jalan Fatmawati,  termasuk didepan Rumah Penulis yang hanya dijadikan sebagai Base Kantornya, karena  kegiatan Para Pekerjanya adalah bekerja dilapangan Pemasangan Infrastruktur MRT, yang dibangun sepanjang Jalan Simatupang dari Lebak Bulus, belok ke Jalan  Fatmawati. menuju Panglima Polim untuk nantinya nyambung ke Jalan Sisinga Mangaraja, Jalan Sudirman  hingga ke Hotel Indonesia.
Dengan mengamati cara Para Pekerja MRT ini,  mereka terlihat bekerja baik pagi siang hari sore hari hingga malam,  sungguh sangat menarik apalagi dari kacamata orang awam seperti kita yang sangat mendambakan adanya Transportasi Masal Yang Cepat Aman dan bersih seperti MRT (Mass Rapid Transportation) ini, guna mencari solusi atas terjadinya kemacetan di Jalan-Jalan Ibukota Jakarta yang semakin parah, sehingga tidak ada cara lain kecuali dengan dibangunnya Infrastruktur MRT sebagai Alat Transportasi Masal yang nantinya harus terintegrasi  seperti yang dibangun di Negara Jepang maupun Belanda yang sangat Nyaman Infrastruktur Transportasi Masal Publiknya.

Memang Indonesia sudah sangat ketinggalan lama selama ini,  karena terindikasi bahwa dari dulu keberpihakan kepada Transportasi Masal Publik Yang Cepat Aman dan Nyaman tidak meniadi Agenda Utama dari Pemerintahan,  dimana terindikasi bahwa Pemerintah selama ini kalah dengan "Lobbying Para Investor Mobil" dengan Para Pembuat Kebijakan Transportasi Publik Masal baik di Level Eksekutif maupun Legislatif  di Indonesia termasuk di Jakarta, yang berakibat "Semakin Parah Macetnya" Kendaraan Lalu Lintas di seluruh daerah di Wilayah Jakarta.   
Sebagai "Reaksi" dari Keparahan Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta, maupun kesemerawutan managemen Lalu Lintas di Jakarta   yang sudah terkenal diseluruh dunia, pada akhirnya Pemerintah Pusat  maupun Pemerintah Daerah DKI,   tentunya dengan persetujuan dari Legislative sudah mulai "Perduli"  untuk mencari Jalan Keluar Terobosan Keparahan Lalu Lintas dengan mulai diadakan Trans Busway, yang kemudian disusul dengan Dibangunya MRT - mulai dari Stasiun Lebak Bulus menuju Jalan Simatupang, berbelok Ke Jalan Fatmawati terus menuju Jalan Panglima Polim, hingga ke Blok M dan menuju ke Jalan Sisinggama Raja dan Jalan Jenderal Sudirman hingga ke Hotel Indonesia. 
Maka Insya ALLAH nantinya  Rakyat di sebagian Jakarta Selatan ini akan dapat merasakan MRT atau Transportasi Masal Publik yang lancar aman dan nyaman, sehingga tentunya bisa hemat waktu maupun energi tidak terbuang  berjam-jam di Jalanan yang Macet.  Semoga... ....
Chiao
Jakarta 26 Januari 2018 direvisi 28 Januari 2018
Agung Supomo Suleiman
    

      

   

Thursday, December 21, 2017

Masa Naik dan Masa Turun Siklus Kehidupan

Wah sudah lama banget nih aku engga berkunjung dan menulis di Blog ku ini. Tadi pagi lumayan jalan pagi sebentar. dan kini menulis di Blog ku ini. Tidak terasa ternyata sudah lebih dari 66 Tahun aku diberikan izin oleh ALLAH untuk berada didunia ini. Rasanya lewat begitu saja usia kita ini, tanpa terasa sudah lebih dari setengah abad dan sudah memasuki tahapan umur pensiun. 

Kalau Penulis Alhamdulillah,  sudah lebih dari 19 tahun yaitu sejak  - 1 Juni  1998, waktu Penulis keluar dari PT Freeport Indonesia dan menjadi "Self - Employed" dan kini Penulis  memang telah memasuki tahapan  Usia Pensiun, dengan pengertian memasuki tahapan masa tidak usah terlalu ngotot untuk mencari pekerjaan, karena usia Penulis sudah pada tahapan tidak perlu bergebu-gebu seperti dikala kita masih muda. Kita harus bersyukur kita masih diberi kehidupan oleh ALLAH dengan keadaan sehat,  dimana pengelolaan kesehatan haruslah tetap dijaga oleh kita baik pola beribadah, pola makan, olahraga, pola tidur, pola beraktifitas  agar bisa seimbang antara phisik dan kejiwaan emosional maupun spiritual. 
Sebagai umat muslim Penulis bersyukur berpatokan kepada  Kitab Suci AL Quran dimana ALLAH berfirman bahwa ALLAH yang menciptakan manusia dimana ada beberapa tahapan dari lahir, bayi, kanak, dewasa,  hingga  menginjak masa Senja atau Tua,  dimana pada akhirnya secara phisik maupun pengetahuan kita akan kembali seperti semula sebelum kita kembali meninggal dipanggil oleh ALLAH melalui dicabut nyawa kita oleh Malaikat;
Penulis sadar bahwa Penulis yang berkarier Solo sebagai Professional Independent Business Lawyer atau Independent Lawyer,  Insya ALLAH  masih dapat bermanfaat sesuai kemampuan kita yaitu antara lain melalui menulis di media Blog atau Media apapun namanya yang dibuat oleh Penulis sendiri antara lain melalui Penulisan Artikel Eksperimen kehidupan melalui Blog yang berjudul AgungsS Experimental Blog ini.

 Memang dunia ini tidak kekal khususnya secara phisik, dimana ada masa baru lahir atau bayi kemudian balita, remaja, dewasa, masa kerja produktif, masa Tua - senja, kemudian mati.  Kita patut  bersyukur  sebagai Umat Islam yang mempunyai pegangan Kitab Suci AL Quran diberikan informasi oleh ALLAH Yang Maha Pemberi Kehidupan bahwa setelah kita mati didunia akan dihidupkan kembali untuk mempertanggung jawabkan kehidupan kita didunia kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan di Akhirat untuk nantinya pertanggung-jawaban kita akan berujung pada Tempat yang baru di Surga atau di Neraka, sehingga ditanamkan Rasa Keyakinan bahwa ada kehidupan lagi yang lebih kekal dan abadi sebagaimana difirmankan oleh ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran.
 Dengan demikian kita diberi petunjuk oleh ALLAH yang menciptakan kita bahwa kehidupan didunia ini hanyalah sementara, dan nanti akan ada kehidupan yang lebih kekal yaitu di Hari Akhirat yang dimulai  dari Hari Kehancuran Dunia ini, Hari Kebangkitan, kemudian Hari Pembalasan atau Hari Pengadilan- Pembalasan atas Kehidupan kita selama didunia ini; 

Hal paling Utama dan Pokok adalah bahwa  jangan sampai kita Salah Menyembah atau Mengabdikan diri kepada sesuatu yang tidak pantes atau layak disembah, melainkan kita diminta oleh ALLAH untuk  Hanya Menyembah dan Mengabdi kepada ALLAH Yang Maha Esa dan Maha Tunggal yang telah menciptakan kehidupan didunia dan akhirat ini, sesuai  tuntunan dan petunjuk yang terdapat dalam Firman ALLAH yang diturunkan ALLAH melalui Para Nabi dan Para Rasul sebagaimana terbaca dalam Kitab Suci Al Quran bagi penganut Muslim diseluruh Dunia. 
Nah, kembali kepada profesi Penulis, maka setidak-tidaknya Penulis masih bisa membuat bahan tulisan atau renungan serta pengalaman kehidupan nyata yang tertuang antara lain dalam Blog AgungSS Experimental Blog ini  Memang ada masa naik dan turun dalam kehidupan didunia yang fana atau sementara ini. Suatu hal yang penting adalah bahwa kita harus bersyukur masih diberi kehidupan hingga saat ini, dan semoga kita dapat menjaga kesehatan Phisik, Mental maupun Spiritual kita. Setiap manusia mempunyai kekebebasan pilihan, dimana pertanggung jawaban atas pilihannya adalah kembali kepada setiap manusia tersebut.\
 Mungkin sekian dahulu tulisan Penulis pada Hari Jumat tanggal 22 Desember 2017 ini. 

Ok Salam hangat
Jakarta 22 Desember 2017
Agung Supomo Suleiman  
    


   
   

Tuesday, July 18, 2017

INDIKATOR HIDUP BERKAH

Wah sudah lama juga nih berkunjung dan menulis di Blog AgungSS Experimental Blog ini. Yah kini Penulis dengan izin ALLAH sudah memasuki Umur senja yaitu lebih dari 65 Tahun  untuk hidup dan berada didunia ini. Mengingat salah satu hobby Penulis adalah menulis di Blog, makanya Penulis membuka beberapa Blog dimana Nama Blognya adalah sesuai dengan Tema yang Penulis suka menulis.
Biasanya sambil mendengarkan lagu Penulis sebagai Blogger akan menuangkan aluran pikiran kita di Blog kita. Sore hari adalah Hari  Selasa, dimana Penulis tadi pagi sempat mengepel teras depan sambil mencari keringat dengan karbol yang ada Serehnya yang diberikan oleh kawan Penulis, dengan harapan tidak banyak nyamuk. Syukur Alhamdulillah Penulis hingga kini masih diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk dapat hidup dengan sehat.
Tadi pagi sempat jalan pagi 40 menit  dimana ditengah jalan ketemu teman  jalan sehingga mendapat teman ngobrol.Kita mengitari lapangan di dekat Kompleks Taman Gandaria dekat Kompleks Deplu daerah Cipete.
Menurutnya ada ahli bijak yang menyatakan  bahwa indikator rejeki kita berkah adalah jika kita merasa cukupbahagia serta bersyukur kepada ALLAH atas  rejeki yang kita peroleh, yang membuat kita ringan dan senang hati  ingin mendekatkan diri kita kepada ALLAH.
Sebaliknya jika kita misalnya mendapat banyak uang, namun dalam kehidupan kita, pada saat banyaknya uang kita menjauh dari ALLAH Sang Maha Pencipta, bahkan kita tidak merasa berkecukupan malah merasa kurang terus, maka menurut ahli yang Bijak tersebut,  terindikasi bahwa banyaknya uang tersebut tidak berkah. Penyebab tidak berkah uang tersebut, menurutnya perlu kita evaluasi dan deteksi mengapa kita pada saat itu kental dengan aroma "Hawa Panas" tidak menenangkan hati, sehingga kita merasa tidak pernah cukup dengan banyaknya uang yang kita peroleh  tersebut. 
Menarik juga cerita dari kawanku tersebut, sehingga perlu kita renungi serta kita telusuri, karena bisa juga kita kalau sedang banyak uang atau memegang suatu Jabatan, cobaannya adalah tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH. Bahkan kalau kita mengacu pada Kitab Suci Al Quran kita kerap kali menemukan perumpaan bahwa orang yang sedang diberi nikmat Uang atau  kebun yang Makmur, merasa bahwa Hasil Panen tersebut semata-mata adalah karena "jerih payahnya" dan tidak mengakui bahwa rejeki yang melimpah tersebut adalah karena izin, pemberian  dan diperkenankan oleh ALLAH.  
Memang cobaan atau ujian tersebut terhadap manusia pada garis besarnya ada 2 (Dua) macam yaitu dicoba dengan 
(i) "kekurangan" harta, uang, sawah, jiwa, jabatan, pangkat  atau 
(ii) diberikan cobaan dengan "melimpah" harta, sawah, rejeki, pangkat, jabatan,
sehingga jika kita tidak mau mendekat kepada ALLAH dengan membaca Kitab Suci Al Quran bagi umat muslim, maka kita bisa secara tidak sadar diberikan khayalan oleh Syaitan bahwa kita berada dijalan yang baik dan benar, padahal kalau kita memakai Hati Nurani atau Qalbu kita dengan berpatokan banyak mengingat kepada ALLAH, maka kita bisa secara tidak sadar menuhankan "Hawa Nafsu" kita.
 Jika kita diberikan suatu Jabatan, sebenarnya ada "Amanah yang melekat" pada Jabatan tersebut, dimana jika kita tidak dekat maupun banyak mengingat ALLAH, maka kita akan "kejebak" untuk menjadi "Sombong" dan lupa atas Amanah yang melekat pada Jabatan  tersebut, apalagi jika Jabatan tersebut adalah dilevel Legislatif, Yudikatif maupun Eksekutif, dimana terdapat "Amanah" yang jelas melekat pada Fungsi dan Tugas Jabatan Publik tersebut yaitu untuk mensejahterakan Rakyat maupun memberikan rasa aman, nyaman, mengayomi, memberikan rasa Keadilan kepada  Masyarakat Umum, dan memberikan contoh Teladan kepada Rakyat bagaimana hidup  yang Pantas dilihat oleh suatu Masyarakat yang memberikan Amanah tersebut. 
 Jika kita tidak banyak mengingat kepada ALLAH maka, kita berpotensi untuk menghumbar "Hawa Nafsu" baik Kesombongan maupun Ilmu Mumpung, sehingga pada implementasinya   bukannya mendapatkan "Berkah" malah kita berpotensi untuk dapat terjerat melakukan tindakan yang "Tidak Amanah" maupun "Tidak memegang Janji dan Sumpah Jabatan" sewaktu Jabatan tersebut dipercayakan kepada kita.        
Berdasarkan hal tersebut, maka kita masing-masing haruslah menginstropeksi diri kita sendiri, sebelum kita mencela atau menuduh orang lain, karena manusia itu berpotensi untuk menundukan diri kepada Hawa Nafsu maupun berpontensi dan punya "Kebebasan Pilihan" untuk menundukan Hawa Nafsu dengan cara banyak mengingat kepada ALLAH sesuai dengan tuntunan dan petunjuk yang telah diberikan oleh ALLAH sebagai Zat Pencipta dari manusia serta bumi alam semesta ini.     

Jakarta, 18 Juli 2017
Agung S. Suleiman