Thursday, April 24, 2014

Konvensional Versus Non Konventional

Professi yang saya geluti adalah bidang Independend and Professional Business Lawyer, dimana bersamaan dengan perjalanan waktu, karena bahasa Inggris sering dipakai, Penulis juga bersedia untuk menerima permintaan jasa menterjemahkan Bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris.

Prinsip dan moto yang Penulis jalankan hampir 16 Tahun sebagai Independend and Professional Business Lawyer Yang "Self -Employed" adalah Kekebasan merdeka yang tidak mau terikat dengan jam kerja dari jam 8 sampai jam 5 disuatu ruangan Cublical,  melainkan lebih memilih untuk bekerja melakukan pemberian Jasa dalam bidang Hukum Bisnis, dengan jam yang lebih fleksible baik waktu maupun tempat dimana kita akan melakukan kegiatan jasa hukum bisnis tersebut.

Hal ini  dengan izin ALLAH,  telah Penulis lakukan sebagai pilihan cara hidup sebagai  Independend and Professional Business Lawyer Self Employed dengan gaya yang "Non - Konvensional", selama hampir 16 tahun semenjak Juni 1998, sewaktu Indonesia terkena himbas krisis ekonomi pertama.

  • Cara dan methode, mengenai  apakah kita lebih memilih gaya yang "Konvesional" dengan batas waktu kerja yang konvensional dari jam 8 hingga sore hari di-satu ruang khusus dikantor atau lebih memilih  gaya yang "Non-Konvensional" dengan pengertian memilih waktu kerja yang lebih fleksible maupun tempat bekerja tidak terikat disuatu ruangan khusus dikantor, melainkan bisa di cafe, rumah, dilapangan terbuka, ataupun kadangkala juga di kantor,  tentunya tergantung kepada diri kita masing-masing, dengan gaya dan pilihan hidup model apa yang hendak kita pilih didalan menjalankan profesi kita didunia.
    Kalau bagi Penulis,  aku lebih prefer dan telah melaksanakan hampir lebih dari 16 tahun,    menikmati kebebasan untuk lebih memilih mencari rejeki dengan gaya yang lebih Non Konvensional  Self-Employed  Independend and Professional Business Lawyer yang tidak terlalu terikat dengan cara kerja yang "Konvesional" harus terikat untuk berada disuatu tempat atau ruangan dari pagi jam 8 hingga jam 5 sore. 
  • Jikalau sekali-kali kerja berada diruangan Cubical engga apa-apa. Namun jika itu dijadikan suatu pola kerja kewajiban dengan disiplin waktu yang terikat untuk berada disuatu ruangan terus menerus, Penulis  nampaknya tidak betah dengan cara pola kerja yang demikian.
Dengan dasar  pilihan gaya hidup menjalankan Independend and Professional Business Lawyer  Non Konvensional Self-Employed inilah, yang menjadikan salah satu alasan penting mengapa Penulis  pada  tanggal 1 Juni 1998 yaitu hampir 16 tahun yang lalu,  memutuskan untuk keluar dari suatu organisasi dimana aku harus terikat untuk berada disatu ruangan terus menerus dari pagi hingga sore hari di suatu kamar yang "Cubical". Jika saya amati dengan membaca berbagai buku, maka nampaknya memang manusia itu mempunyai karakter dan sifat, maupun kesenangan yang berbeda-beda didalam menentukan caranya hidup untuk meriah rejeki didunia ini.
  • Keahlian profesi kita bisa berbeda-beda tergantung pilihan, bakat, dan kesenangan kita untuk bergelut didalam mencari rejeki untuk menghidupi diri kita maupun tanggungan kita. Terkait dengan keterikatan dengan ruangan kerja, ada manusia yang bakat untuk berada disuatu ruangan Cubical  secara terus menerus dari pagi hingga sore bahkan malam, dan ada juga type yang lebih senang berada diluar ruangan misalnya dilapangan yang terbuka, dibengkel maupun wokshop perbaikan mesin, mobil maupun motor, maupun menarik taxi, ojek, bis, menjadi coach dan pelatih sepeda dialam terbuka, dimana sifatnya secara alamiah adalah bergerak mobil dan  bukan berada disuatu tempat yang statis.     
Berdasarkan hal diatas, maka gaya Konvensional Versus Non-Konvensional ini dapat kita telusuri dan amati terhadap diri kita masing-masing, mengenai model dan type cara kerja, yang bagaimana  yang lebih kita rasakan nyaman untuk diri kita masing-masing. Untuk mengenalnya maka kita memang biasanya harus menjalankannya  melalui suatu proses perjalanan dan pengalaman hidup kita masing-masing didalam menjalankan profesi mencari rejeki didunia ini.
  • Jika kita bergelut didalam bidang suatu keahlian professional yang nempel pada diri kita, maka perlu juga diperhatikan agar dana simpanan kita yang telah kita peroleh selama masa kerja kita, diletakan sebagai suatu modal yang berupa  fixed asset seperti Rumah, dimana nantinya kita dapat  jadikan sebagai komoditi atau alat produksi yang dapat kita rencanakan bisa menghasilkan uang atau cash ini kepada kita, mengingat stamina badan phisik kita sebagai manusia pada satu saat akan menurun, sehingga harus ada suatu alternatif  lain dari fixed asset kita yang dapat kita jadikan alternatif untuk mendulang penghasilan misalnya Kos-kosan, dimana letak dari Kos-kosan ini adalah tergantung dari pilihan tempat yang strategis yang harus kita pilih sebagai target market kita untuk kita buat kos-kosan, yaitu apakah :
  • (i) untuk karyawan, karena letaknya dekat daerah perkantoran atau Ruko
  • ataukah (ii) untuk kos-kosan mahasiswa jika letaknya dari Rumah Fixed asset kita berada dekat Universitas atau perguruan tinggu maupun akademi misalnya di Margonda Depok.
Dengan adanya Kos-kosan tersebut kita harus menetukan berapa jumlah kamar yang hendak kita buat yang harus pula dilengkapi dengan AC dan Kamar Mandi, maupun fasilitas Internet, wifi. Kita juga harus menyediakan dana untuk memantain Fixed-Asset tersebut.

Hal diatas haruslah kita programkan dan alokasikan dana guna dapat terwujud sebaai alternatif mendapatkan cash ini sebagai pengganti dari keahlian profesi kita yang kita rasakan juga kita tidak mau terlalu diforsir lagi, namun tetap kita pertahankan sebagai alternatif professi yang Non-Konvensional.
  • Sekian dahulu tulisku pada sore hari ini, supaya aku bisa camkan dan seriuskan guna dapat mempertahankan survival kehidupan kita didunia ini yang telah memilih profesi self - employed Non - Konvensional selama hampir 16 tahun semenjak bulan Juni 1998.       
Jakarta, 24 April 2014
Di rumah
Agung Supomo Suleiman 

Sunday, April 13, 2014

MEMANAGE DAN MENGELOLA WAKTU YANG SEIMBANG DAN BAIK

Waduh apa yang aku mau tulis ya? Belum ada bahan sih. O ya aku sedang pilek nih, kayaknya karena kurang jalan pagi deh, sehingga stamina badannya juga menurun.  Wah sudah lama juga engga menulis di Blogku AGUNGSS Experimental blog ini ya. Rasanya pilek banget nih sehingga aku tadi buat teh panas supaya bisa membantu melegakkan hidung pernapasanku. Yah sudah lama juga semenjak 1 Juni 1998 aku self employed dikala aku berumur 46 tahun, dimana kini aku dizinkan ALLAH masih dapat  berumur lebih dari 62 tahun. 
  • Memang tidak mudah ya untuk hidup self-employed, dimana penghasilannya nya tidak berdasarkan fixed-income melainkan tergantung dari keberadaan proyek jasa hukum yang sedang kita lakukan, dimana hal ini memamg merupakan pilihan Penulis untuk dapat lebih mengontrol kehidupan dan penerapan kehidupan Professional Penulis sebagai Business Lawyer.     . 
Managemen yang aku terapkan didalam menjalankan usaha jasa sendiri secara self- employed ini lebih banyak Penulis  rasakan dengan mengandalkan kepada kepercayaan kepada ALLAH, bahwa kita haruslah berusaha dan berikhtiar mencari karunia rejeki ALLAH didunia ini, dimana kalau memang jatah rejeki kita masih tersedia untuk kita didunia ini, maka Insya ALLAH akan ada jalan keluar mendapatkan rejeki tersebut, tentunya dengan memegang rambu yang diridhoi ALLAH untuk dapat kita pertangung jawabkan kelak di hari Akhirat.          
  • Kita nampaknya harus mengevaluasi kekuatan dan potensi yang kita punyai, untuk dapat menghasilkan cash-in, dimana semua ini adalah tergantung pada kekuatan stamina dan kesenangan kita,  yang dapat mendorong semangat kita untuk dapat tetap survive. Hal ini adalah penting guna  dapat mengoptimalkan asset kita menjadi alat produktif  untuk mendapatkan karunia cash ini dari ALLAH, yang kita kombinasikan dengan asset ilmu dan knowledge serta pengalaman  Jasa hukum dari Penulis.
Dalam fakta dan kenyataan hidup,  kita akan melalui tahapan dan phase hidup mengikuti keadaan perubahan phisik kita yang staminanya semula lemah menjadi kuat kemudian mulai harus kita kelola dan jaga stamina phisik kita, sehingga kita  harus belajar lagi, dalam setiap phase tersebut, untuk  berusaha dapat tetap survive sebagai manusia yang sehat, baik phisik, mental maupun spiritual, sehingga kita harus bisa memanage dan mengelola waktu yang seimbang dan baik. 
  • Hal ini tentunya adalah termasuk untuk ibadah dimana kita harus menyediakan waktu untuk membaca Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada Rasul Muhammad S.A.W. untuk disampaikan kepada kita selama didunia, guna bisa lebih menjamin dapat  terarah dan jelas mau diapakan kehidupan kita didalam menghabiskan waktu didunia yang sudah diujung perjalanan, yang nantinya senang atau tidak senang kita akan meninggalkan dunia ini dan menuju dunia Time and Place Zone yang berbeda, dimana bagi kita sebagai kaum yang menganut iman Islam,  tentunya data lengkapnya harus kita berpatokan kepada Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran untuk mengetahui hal dimensi setelah kehidupan dunia ini kita lewati, dimana kita  tidak bisa mengandalkan kepada dugaan dan terkaan semata.  
Demikianlah sekedar renungan malam yang Penulis buat pada Minggu Malam ini.
Jakarta, 14 April 2013
  

Thursday, April 3, 2014

KADANGKALA HUJAN KADANGKALA PACEKLIK

  • Yang paling tahu kemana selanjutnya perjalanan hidup Penulis termasuk wadah yang Penulis buat adalah Penulis sendiri, sedangkan orang lain diluar diri kita,  hanyalah bisa melihat dari persepsi dan bacaan mereka atas prinsip "Self - Employed"  maupun wadah yang kita bentuk. 
Penulis patut bersyukur bahwa selama 15,5 tahun ini, semenjak 1 Juni 1998, Penulis  dengan izin ALLAH, masih bisa bertahan hidup untuk self - employed, walaupun terasa cash flownya - kadangkala hujan kadangkala paceklik, apalagi  mengingat umur Penulis kini sudah mencapai umur 62 tahun,  dimana secara phisik tentunya Penulis berbeda keadaan stamina phisik sewaktu Penulis memulai self - employed mendirikan wadah SACO LAW 15.5 tahun yang lalu yaitu bulan Juni 1998 sewaktu Penulis berumur 46 Tahun menuju 47 Tahun, sesuai dengan kodrat makhluk manusia  yang diciptakan  ALLAH.
Agungsstravel.blogspot.com statistics

Yang jelas Penulis harus bersyukur masih bisa makan nasi maupun buah-buahan hingga malam ini,  yang merupakan rejeki yang diberikan ALLAH kepada kita manusia melalui tanaman yang disiram dengan air yang diturunkan ALLAH dari langit /awan sesuai dengan Firman ALLAH didalam Al Quran.  
  • Memang rejeki yang diberikan ALLAH kepada kita tidaklah dapat dihitung secara arithmatic, melainkan ada rumusan lain yang  diberikan ALLAH melalui misalnya kelancaran anak Penulis didalam mendapatkan Scholarship untuk melanjutkan study mereka diluar negeri.  
Adapun proyek yang secara nyata yang Penulis peroleh selama 15.5 tahun semenjak Penulis self employed tanggal 1 Juni 1998, terasa kadangkala ada musim hujan atau gerimis dan kadangkala paceklik. Namun pada kenyataannya 'hasil akhirnya akan sama',  jika  seandainya Penulis harus membiayai sendiri ke-2 anak Penulisdimana Penulis harus sangat  bersyukur kepada ALLAH karena ke - 2 anak Penulis  mendapatkan Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Universitas di Luar Negeri, yaitu anak pertama bernama Tia (lulus S1 di ITB, Bandung, jurusan Planologi) mendapatkan biaya siswa mengambil S2 di Universiteit Wageningen, di Wageningen Belanda, dari Pemerintah Belanda, NFP,  pada tahun 2007 untuk bidang Urban Enviromental Management, dan Dwi (lulus Fakultas Hukum Universitas Indonesia), anak kedua dari Penulis, Insya ALLAH mendapatkan Scholarhip dari Fullbright, Tulane University, serta Pemerintah Amerika Serikat untuk S2, dimana DWI sudah harus berada di New Orleans, USA,  Insya ALLAH  tanggal 28 July 2014,  bidang Enviromental Law .   

  • Begitulah, dengan telah mencapai usia 62 tahun lebih, Penulis juga sadar bahwa garis tangan dari kehidupan manusia nampaknya juga berbeda antara satu dengan lainnya, dimana ALLAH yang meluaskan dan menyempitkan rejeki kepada manusia sesuai dengan kehendak dan izin dari ALLAH, dimana kita sebagai manusia haruslah  berikhtiar, namun hasil akhirnya atas kadarnya yang menentukan adalah ALLAH Yang Maha Kuasa, dimana kita harus dan patut bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan kepada ALLAH kepada kita baik kesehatan, pendidikan, termasuk paling penting  Keimanan atau kesadaran untuk mau tunduk dan menyembah kepada ALLAH Sang Maha Pencipta, serta bertobat dan bersyukur kepada ALLAH,  sebagaimana kita diperintahkan oleh ALLAH melalui ajaran yang tertuang dalam Kitab Suci AL Quran yang telah membenarkan kitab2 suci sebelumnya yang telah diturunkan ALLAH kepada para Rasul Utusan ALLAH untuk dibaca, dipahami dan diamalkan oleh kita manusia sebagai ciptaan dari ALLAH Yang Maha Pencipta. 
Malam ini adalah malam Jumat dimana ada baiknya, bagi kita yang beragama Islam untuk  menyediakan waktu untuk membaca ayat-ayat  Suci ALLAH yang terdapat didalam Kitab Suci Al Quran guna Insya ALLAH,  kita bisa mendapatkan pelajaran, ilmu, peringatan, kabar gembira dan hidayah  mengenai berasal dari mana kita, siapa yang menciptakan kita beserta semua alam semesta, bumi, langit dan segala sesuatu yang ada diantara bumi dan langit tersebut, dan akan kemana kita setelah nanti saatnya nyawa kita dicabut oleh malaikat pencabut nyawa sesuai dengan  Firman dari ALLAH yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa yang diwahyukan kepada Para Rasul dan Nabi untuk disampaikan kepada kita umat manusia didunia ini..  
  • Dengan demikian segala perasaan gundah gulah dalam perasaan yang  tidak menentu, Insya ALLAH  akan terobati oleh siraman ayat-ayat Suci ALLAH yang dikandung dalam Kitab Suci AL Quran tersebut, karena ayat suci tersebut harus kita imani tanpa ragu-ragu merupakan obat bagi Qalbu kita. Aamiin YRA. Beginilah sekedar renungan dimalam Jumat ini yaitu tanggal 3 April 2014.
Jakarta, 3 April 2014 Malam Hari sewaktu Tia dan Matthias sedang bekerja di Indonesia dan sedang ke Jogja. Direview n edit 23 April 2014 jam 5.52 PM
Agung Supomo Suleiman