Monday, November 17, 2014

KITA TIDAK BOLEH TERGANTUNG KEPADA PIHAK LAIN KECUALI KEPADA ALLAH

Yah sudah lama sekali ya Penulis tidak berkunjung ke blog AGUNGSS Experimental blog ini. Mungkin karena Penulis pada saat ini merasakan dipersimpangan jalan, dimana Penulis tidak tahu mau dikemanakan masa depan Penulis yang telah  diberikan izin ALLAH mencapai  63 tahun, karena kenyataannya stamina phisik   Penulis menurun, sehingga memaksakan diri olahraga jalan pagi teratur,  guna berusaha menjaga kesehatan daya tahan tubuh. 
  • Apakah perasaan lemah stamina ini karena Penulis merasa putus asa untuk dapat survive, karena stamina phisik Penulis terasa menurun yang  berakibat produktifitas Penulis menurun. 
Sebagai akibat mulai menurun stamina Phisik Penulis, maka Penulis merasa lemah, sehingga Penulis merasakan "sangat membutuhkan bantuan dan dukungan" dari suatu "Dzat Yang Maha Besar" yang bisa benar-benar Penulis dapat menggantungkan diri  untuk dapat survive.

Disebabkan Penulis  penganut Islam, maka Penulis harus  berpedoman kepada Kitab Suci AL Quran yang diturunkan oleh ALLAH kepada kita melalui Rasul Muhammad S.A.W.  Dalam Kitab Suci  AL Quran ini kita temukan informasi bahwa ALLAH atau Ilah adalah Dzat yang Maha Kuasa yang menciptakan langit dan bumi ini, MAHA PENOLONG, MAHA PELINDUNG, MAHA PEMELIHARA  dimana  dalam Surat Al Ikhlas ayat 2 dari Kitab Suci AL Quran ALLAH berfiman :  "ALLAHU Samad " terjemahannya  "ALLAH adalah tempat bergantung".
  • Tanda-tanda kebesaran ALLAH menurut Kitab Suci Al Quran terlihat dari perkisaran angin,  beredarnya dan pergantian malam dan siang, diturunkannya air dari langit oleh ALLAH yang membasahi bumi menjadi hidup kembali setelah buminya mati karena tandus kekeringan. 
Nah, jikalau kita menggantungkan dengan suatu wadah lain diluar diri kita, maka jelas akan ada suatu ketidak pastian, dan pasti kita akan kecewa, apalagi jika pengaturannya tidak memberikan kebebasan kita untuk melindungi hak kepentingan kita atas risiko yang bisa terjadi diluar kontrol diri kita. 
  • Dalam perjalanan bebas fixed income selama 16 tahun semenjak  tanggal 1 Juni 1998,  Penulis merasakan sekali bahwa jika kita tergantung dengan suatu keadaan diluar diri kita, maka kita akan senantiasa berada disuatu situasi "ketidak pastian, serta akan menghadapi banyak kekecewaan".  
Hal ini adalah wajar  karena setiap wadah orang lain yang di-operate orang lain tersebut  akan mempunyai persepsi dan agenda yang berbeda dengan diri kita,  apalagi jika kita mendambakan adanya kebebasan sebagai orang yang mempunyai karakter ingin "Independend" dan susah diatur oleh keadaan diluar diri kita,  kecuali aturan yang ditetapkan oleh ALLAH yang memang menjadi pedoman cara hidup kita baik didunia dan akhirat, yang untuk Penulis sebagai penganut agama Islam adalah Kitab Suci Al Quran termasuk Sunnah dari Nabi Muhammad S.A.W.
  • Kesadaran ini terasa muncul kembali disaat stamina phisik Penulis sudah mulai menurun, mengingat Penulis sudah diberikan izin ALLAH berumur 63 tahun, dimana dengan pengalaman 16 tahun self-employed atau mempekerjakan diri-sendiri, sepertinya membawa khikmah kepada Penulis bahwa memang harus ada sesuatu   yang dititipkan oleh ALLAH kepada Penulis serta isteri Penulis,  untuk Insya ALLAH bisa dijadikan alternatif guna mendapatkan Income, agar Insya ALLAH kita dapat "tidak tergantung" kepada orang maupun wadah orang lain, dan tanpa tergantung kepada keadaan stamina Phisik Penulis yang sudah mulai menurun ini. 
Berdasarkan patokan kerangka pemikiran ini,  maka nampaknya Asset tersebut haruslah berbentuk Asset Phisik  sebagai karunia ALLAH  yang  berada dibawah kontrol Penulis dan Isteri Penulis, sehingga Insya ALLAH terserah sepenuhnya kepada Penulis dan  isteri Penulis, tentunya dengan minta tolong kepada ALLAH sebagai DZAT untuk meminta Tolong dan Tempat Bergantung, dengan memohon kepada ALLAH secara sungguh-sungguh  :
"Bagaimana memberdayakan Asset Phisik yang Tangible ini, agar Penulis dan istri Penulis dapat tetap bertahan Survive untuk hidup dengan tidak merasa bergantung kepada keadaan diluar diri kita, khususnya dalam keadaan stamina Phisik Penulis yang mulai menurun, melainkan hanya bergantung kepada ALLAH S.W.T."
  • Nah persoalannya adalah,  bagaimana Penulis dan isteri Penulis harus dapat memberdayakan Asset Tanggible Phisik ini guna dapat Insya ALLAH menghasilkan revenue kepada Penulis dan isteri Penulis, setidak2nya untuk tidak menyusahkan atau menjadi beban kepada anak2 Penulis, karena mereka tentunya baru meniti karier kehidupan masing-masing. 
  • Pada kenyataan hidup, tidak ada yang gratis termasuk Listrik, Telephone, maupun makanan dan perlengkapan menjaga kebersihan dan kesehatan serta keperluan mendasar rumah tangga
 Memang setiap keluarga dan manusia akan ada ceritanya  masing-masing bagaimana untuk dapat survive mempertahankan hidup mereka masing-masing khususnya dikala dihari tua dimana stamina phisik secara alamiah sudah mulai menurun. Kita harus beruntung dan bersyukur kepada ALLAH di Indonesia ada BPJS,  dimana
  • Penulis dan isteri Penulis telah mendaftar semenjak diperkenalkan BPJS ini terkait dengan menjaga kesehatan, dimana kita wajib membayar Rp.59 ribu per bulan, untuk dapat mendapatkan manfaat dari BPJS ini. Beginilah snapshot fragmentasi singkat dari Penulis, terkait kiat untuk dapat berusaha Survive sesuai dengan karakter kita  maupun  jalan hidup  kita  masing-masing untuk senantiasa berusaha untuk  tergantung hanyakepada ALLAH dan bukan kepada pihak lain siapapun.
Jakarta, 18 - 19 November 2014
Agung Supomo Suleiman