Saturday, May 25, 2013

Manusia Tidak Sempurna

  • Yah ternyata manusia itu memang sama sekali  tidak sempurna. 
Ada suatu saat dimana pikiran kita benar2 buntu dan sama sekali tidak dapat atau bahkan salah memprioritaskan langkah yang harus kita ambil terutama jika kita sudah benar-benar  cape phisik dari misalnya setelah  mengadakan perjalanan jauh selama 2 (dua)  minggu tanpa istirahat dari Bangkok, dilanjutkan naik kereta ke Laos dan naik Plane ke Cambodia (ke kota Siem Reap dan Pnom Phen), dan kembali ke Bangkok serta kembali Jakarta dan menyadari bahwa cash flow kita sudah sangat mepet setelah perjalanan tersebut, sehingga kita  tidak terlalu bisa berpikir secara Clear dan lempeng. 
  • Memang disisi lain aku bersyukur bahwa pada saat itu aku berani mengambil keputusan untuk hadir bersama dengan isteriku dalam perjalanan 2 (dua) rombongan  yang berbeda,  namun berdekatan dan hampir bersamaan, untuk bisa menghormati kedua rombongan  tersebut yaitu Rombongan pertama Ikaba 73 (ikatan Keluarga Besar 73 FHUI) Reunian di Pataya dan Bangkok dan Rombongan kedua SIGA Laos 2013 dimana diriku menyertai isteriku sebagai Orang Tua Angkat (Foster Parents dari Participant Youth- pertukaran pelajar Asean dan Jepang  ke Laos dilanjutkan ke Cambodia dengan beberapa teman Ikatan Orang Tua Angkat tersebut.  
Namun disisi lain ada satu hal signifikan yang membuat diri aku  menyesal dan sesak nafas, karena merasa bersalah tidak datang ke suatu undangan diluar kota dari kawan dekatku, setelah perjalanan 2 (dua) minggu tersebut,  disebabkan phisikku  sedang kelelahan, dan merasa tidak enak dengan base sinergi kantorku  yang selama perjalanan 2 minggu tersebut aku tinggalkan, dimana aku saat itu benar-benar konsentrasi komunikasi dengan Calon Klien yang memamg sudah aku berikan komitment  untuk meeting setelah perjalanan tersebut, namun ternyata hasilnya  dipending atau dihold setelah  satu kali meeting dengan mereka dengan alasan contact correspondence Lawyer dari Calon Klien  sedang  traveling. Well it is a fifty-fifty chance. 
Memang dalam kehidupan adakalanya kita harus mengambil sikap yang pada saat itu kita merasa benar-benar desperate mengharapkan adanya tanggapan positif yang cepat dari prospek Klien maupun menyediakan waktu khusus untuk Prospek Klieku tersebut, atas proposal kita setelah meeting dengan Prospek Klien tersebut, mengingat cash flow kita  sudah mempet banget. 
  • Hal ini menyebabkan pada saat itu  perhatian dan energiku, aku  curahkan ke Calon prospek Klien tersebut, namun ternyata perkiraan kita meleset, karena kelanjutannya belum seperti yang kita harapkan, disebabkan  dihold reponsenya saat atau stage ini atau istilah kerennya masih ..angin surga.... Lebih lanjut  setelah perjalanan diatas karena kelelahan,  stamina badanku  menurun  sehingga terkena batuk-batuk, demam  dan flu berat, sehingga harus isitirahat dirumah untuk beberapa hari untuk mengembalikan kesehatan badanku.  
Terkait dengan mempetnya cash flow ini, ternyata ALLAH memberikan jalan keluar atas cash flow kita  dimana pada saat aku sakit tersebut, ada kabar baik dari isteriku bahwa ada sebagian uang yang kita tanamkan untuk diputar disalah usaha toko penjualan sepatu dari business saudara ipar kita  belum sempat mendapatkan toko outletnya,  sehingga isteriku dengan tanggap meminta untuk menarik uang tersebut guna dapat menutupi cash flow dapur kita setidak2nya dalam 1(satu)  bulan ini. Syukur ALHAMDULILLAH.  
  • Nah, didalam kehidupan ini, kita acapkali tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada hari esok, dan kita tidak juga bisa mengembalikan hari yang telah lewat, sehingga terbesit ada rasa penyesalan yang mendalam dan merasa bersalah tidak dapat memenuhi undangan kawan baikku diluar kota tersebut, karena pada saat itu aku sungguh-sungguh  dijatuhkan pada pilihan yang tidak mudah mengingat cash flow sudah mempet sekali ... 
Kesimpulannya adalah bahwa manusia itu memang jelas tidak sempurna... dimana kita bisa saja salah membuat langkah prioritas karena suatu keadaan tertentu yang sangat mempengaruhi pilihan pengambilan putusan kita.. dimana pada akhirnya
kita harus berani menanggung  akibat dan tanggung jawabnya sendiri ...untuk kita jadikan pelajaran bagi kehidupan kita....selanjutnya.
Live must go on...   

Jakarta 26 Mei 2013
Agung S.Suleiman