Monday, June 29, 2015

PILIHAN HIDUP

Ya benar, dalam keterbatasan kemampuan maupun waktu apalagi jika kita sudah mulai berumur lebih dari 63 tahun, Penulis merasakan bahwa kita harus melalukan pilihan dalam hidup ini dan tidak mungkin bisa kita menangani semuanya sekaligus. 
Yang paling tahu kelemahan dan kekurangan kita adalah diri kita dan bukan orang lain. Bagi Penulis, syukur ALHAMDULILLAH sudah bisa selama 17 Tahun semenjak 1 Juni 1998 memilih hidup untuk "Self-Employed" dengan pengertian tidak terikat dengan suatu Perusahaan atau organisasi tertentu untuk menentukan masa depan maupun menjalankan sisa hidup didunia yang akan Penulis geluti, yaitu bebas dan hanya menyembah kepada ALLAH Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan dan memberikan kehidupan ini kepada kita semua termasuk Penulis; Kita harus sadar bahwa sesuai dengan petunjuk dan peringatan ALLAH kepada kita melalui firman ALLAH didalam Kitab Suci ALLAH bahwa kita semuanya tanpa kecuali akan kembali kepada ALLAH untuk mempertangung jawabkan semua kelakuan dan perbuatan kita selama didunia ini.  
  • Memang yang paling mengetahui kearah mana sisa kehidupan ini kita jalani hanyalah kita sendiri dan bukan orang lain. Karena umur dan stamina tubuh kita juga terbatas, maka Penulis memilih untuk melanjutkan gaya hidup yang Penulis telah rintis selama 17 Tahun ini, yaitu self-employed dan fokus kepada bidang profesi yang Penulis telah geluti, jalankan  dan perjuangkan dengan segala jatuh dan bangunnya, termasuk Cash Flownya,  yaitu menjadi Independent Business Lawyer dengan gaya Self-Employed.  
Jika kita sudah makin berusia hidup dengan izin dan perkenan ALLAH tentunya Insya ALLAH kita bisa menentukan pilihan apa yang paling cocok dengan segala kelemahan dan kekuatan kita yang sangat terbatas ini. Sebagai penganut Muslim, Penulis akan meminta tolong kepada ALLAH pilihan hidup yang mana yang paling tepat untuk kita lakukan dengan Sholat Minta Pertolongan kepada ALLAH,  kearah dan cara hidup apa yang paling cocok  dan tepat untuk kita menjalankan sisa kehidupan kita, dengan keadaan kejiwaan phisik, stamina, tingkat emosional, kesenangan, dan pasion kita.

  • Penulis sadari bahwa  rejeki dan perjalanan kehidupan masing-masing dari kita adalah sangat berbeda satu dengan lainnya, dimana hanya kitalah yang paling tahu pilihan model dan gaya hidup yang model mana yang   akan kita jalani,  khususnya,  didalam menempuh sisa kehidupan kita didunia yang sementara ini. 
Kita harus pandai-pandai bersyukur kepada ALLAH, dimana  hingga saat ini dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Penolong, kita   masih diberikan kesempatan untuk hidup, untuk memperbaiki  catatan dalam buku kehidupan kita; Hingga saat ini Penulis masih diberikan izin oleh ALLAH untuk dapat menyalurkan keahlian dalam bidang profesi Independent Business Lawyer untuk mencari dan mengejar Karunia ALLAH untuk dapat berguna kepada lingkungan dekat kita baik untuk Klien maupun keluarga kita untuk melanjutkan kehidupan agar bisa Survive dengan izin dan pertolongan ALLAH Yang Maha Pemberi Rejeki. Kita harus pandai bersyukur, kita sebagai penganut Muslim masih diberikan kesempatan untuk menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan ini, agar Insya ALLAH bisa menggapai predikat Ketaqwaan kepada ALLAH yaitu melaksanakan hidup untuk bisa beribadah kepada ALLAH  tempat tujuan Akhir kita untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama diberi kesempatan untuk berada di Dunia  yang bersifat sementara ini.
ALLAH memang tidak kelihatan, namun tanda-tanda Kekuasaan ALLAH jelas tersebar disekitar kita,  termasuk fenomena alam antara lain keseimbangan dalam alam baik pergantian siang dan malam, mati dan hidup, senang dan sedih, muda dan tua, naik dan turun, lemah dan kuat, dan banyak sekali tanda-tanda adanya Kebesaran dan Kekuasaan ALLAH lainnya.  
  • Ok dahulu Penulis  harus menyelesaikan pekerjaan melaksanakan jasa hukum sebagai Independent Business Lawyer untuk Klien dalam rangka mencari karunia dan rejeki dari ALLAH agar bisa bermanfaat kepada Klien dan juga keluargaku sebagai suami yang berkewajiban mencari nafkah dengan niat karena ALLAH.
div style="text-align: justify;"> Jakarta, 30 Juni 2015
Agung Supomo Suleiman