Monday, April 23, 2012

Buah dari Ketaqwaan

Yah, dengan jatuh bangun dan naik turunnya Iman (faith ) kita dalam perjalanan hidup ini, kita Insya ALLAH pada akhirnya dapat merasakan adanya buah dari Ketaqwaan yaitu Insya ALLAH  Berkah dari ALLAH, dan disisi lain, buah dari mendustakan dan mengingkari keberadaan ALLAH sebagai Pencipta kita, dengan melakukan tindakan yang dilarang dan tidak melakukan kebaikan melainkan membuat kerusakan atau "fasad" di bumi setelah ALLAH melakukan perbaikan, tentunya  akan menghasilkan kemurkaaan dari ALLAH kepada kita;

  • Jika kita membaca secara serius dan berkesinambungan akan Kitab ALLAH khususnya Kitab ALLAH yang terakhir, yang diturunkan melalui Rasul Penutup yaitu Nabi Muhammad S.A.W., maka terasa bahwa ALLAH,  sering mengumpamakan buah Ketaqwaan kita kepada ALLAH Sang Maha Pencipta, dengan buah dari tanaman yang terletak di atas gunung, dimana cukup dengan gerimis saja tanaman tersebut tumbuh diatas tanah yang subur yang semula kering dan tandus, dimana pohonnya menjulang tinggi kelangit dan menghasilkan bunga yang pada akhirnya menghasilkan Buah dengan izin dari ALLAH yang menciptakan tanaman yang dapat tumbuh diatas tanah yang subur tadi karena adanya hujan yang diturunkan ALLAH dari Langit, yang telah ditiup ALLAH dengan angin sebagai kabar gembira, diarahkan pada tanah yang semula tandus menjadi subur sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur dan baik dan menghasilkan ranting, bunga dan buah dengan izin dan berkah serta rahmat ALLAH.   
ALLAH  juga memberikan Pakaian kepada kita untuk menutup aurat kita dan juga menjadi perhiasan bagi kita. ALLAH juga memberikan pakaian Ketaqwaan kepada kita dimana pakaian ketaqwaan ini menurut AL Quran adalah pakaian yang paling baik bagi kita dari ALLAH Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang;       
  • Permulaan dari diturunkannya Adam kedunia dari Surga,  adalah akibat Adam dan hawa tergoda oleh bisikan jahat dari Iblis yang telah menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah yang dilarang oleh ALLAH untuk dimakan,   dengan tipuan bahwa jika Adam makan buah akan dapat menjadi malaikat dan hidup kekal di Surga; Iblis menggoda Adam karena merasa dirinya lebih dari Adam yang terbuat dari Tanah dan Iblis mengklaim bahwa Iblis dibuat dari Api sehingga merasa derajat lebih dari Adam dan tidak mau tunduk kepada Adam sebagai perintah ALLAH, karena Iblis merasa lebih tinggi dari Adam;
Nah, karena Adam tergoda dengan bisikan Iblis diatas, terbukalah auratnya Adam sehingga, disinilah awal cikal bakal dari tidak menurutnya Adam kepada perintah dari ALLAH; Berdasarkan cerita diatas, yang bersumber pada Kitab Suci AL Quran, maka kita sebagai turunan Adam berada didunia ini, dengan misi utama untuk bertaqwa- beribadah kepada ALLAH dan senantiasa berjuang supaya kita bisa menjaga kesinambunagan kita untuk tidak mengikuti hawa nafsu diri kita yang cenderung untuk dapat tergoda dengan bisikan Syetan, dengan cara kita sebagai manusia senantiasa meminta perlindungan hanya kepada ALLAH semata-mata untuk tidak kalah dengan bisikan godaan dari Syaitan, dengan memegang tali agama yang kuat dan tidak dapat putus,  yaitu dengan mau mendengarkan Petunjukan, Pelajaran ALLAH dari Kitab Suci Al Quran   yang telah diturunkan ALLAH melalui wahyu sebagaimana telah diturunkan Kitab Suci terdahulu pada umat terdahulu,  untuk dapat Insya ALLAH lulus dari cobaan dan tantangan didunia ini, untuk pada akhirnya bila waktu telah tiba, kembali kepada ALLAH dalam keadaan Insya ALLAH berada dalam jalan yang lurus dan diridhoi oleh ALLAH;   

Jakarta, 23 April 2012 
Agung S.Suleiman