Friday, April 20, 2012

Tidak ada Faktor KEBETULAN

  • Ya, benar tidak ada faktor kebetulan; Semua ada sistem yang dibuat oleh ALLAH Sang Maha Pencipta; Manusia diberikan kebebasan berpikir dan bertindak; Manusia diberi akal oleh Sang Maha Pencipta dan diberi Qalbu, emotional, perasaan, keinginan, cita2, angan2 khayalan, impian dan hawa nafsu;

Semua memang berproses dan memerlukan waktu untuk mengenal jati diri dari seorang manusia; proses jatuh bangun, diuji dan dicoba dengan segala macam tantangan dan cobaan, baik pahit maupun manis;
  • Proses kematangan orang berbeda satu dengan lainnya, dan tidak ada yang sama karena memang ada faktor takdir yang berbeda yang tidak dapat dicegah atau dihindari misalnya lahir dimana, orangtuanya siapa, kaya atau miskin, dinegara maju atau terbelakang; 
Namun manusia diberi akal untuk belajar ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan sangat penting untuk mengisi aqal dan otak yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta; Otak itu ada daya ingetnya dan ada daya menganalisa, memikir sehingga sangat butuh akan diisi oleh ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kwalitas hidup seseorang;  
  • Selain aqal manusia juga telah dibekali oleh Sang Maha  Pencipta dengan hati atau Qalbu, dimana ada ruang qalbu yang membutuhkan makanan agama, spiritual dan nilai2 kebaikan yang disampaikan oleh Sang Maha Pencipta baik dari Kitab ALLAH yang diturunkan melalui para Rasul dan Nabi melalui wahyu yang disampaikan melalui Malaikat atau wahyu langsung dari Sang Maha Pencipta; Qalbu ini sangat haus untuk diisi dengan ayat Kebenaran dari Sang Maha Pencipta untuk dapat mengimbangi sang Akal atau Otak dari manusia.
Ada lagi unsur perasaan sedih, senang, bahagia, dimana hal ini bisanya dinamakan Emosional dari Seseorang Manusia.  Perasaan emosi ini berbeda dengan Spiritual yang terdapat dalam Qalbu atau Hati Nurani; Kadar atau perbandingan antara Aqal, Qalbu dan emosional  berbeda antara satu orang dengan orang lain; Manusia itu sendiri yang harus dapat belajar untuk mengendalikan dan mengkomunikasikan antara ketiga unsur kelengkapan yang ada pada manusia;
  •  Kepintaran dapat diperoleh dari Ilmu Pengetahun dan sekolah, namun Kebijaksaan atau Wisdom dan Wise haruslah diperjuanglkan melalui proses jatuh bangunnya perjalanan hidup seseorang;    Ketahanan Mental akibat sering gagal dalam kehidupan membuat seseroang dapat lebih matang dalam kehidupan dan mengambil sikap dalam hidupnya.
    • Kalau seseroang itu  sukses terus dan tidak pernah gagal dalam hidupnya, orang tersebut jika dapat cobaan akan bisa sangat down dan tidak pernah dipersiapkan ketahanan mentalnya, atau istilahnya manja oleh keadaan;  Mengenai keadaan  Kaya atau Tinggi derajat ilmu pengetahuan, kadangkala kita rasakan sebagai suatu Cobaan dalam kehidupan ini, dimana bisa membuat orang menjadi sombong dan takabur seolah2, keadaan tersebut adalah datang dengan sendirinya tanpa dikaitkan dengan ketentuan dari Sang Maha Pencipta; Nah, jika kita tidak mendapatkan informasi hal ini dari Kitab ALLAH, dan hanya semata2 mengandalkan pada ilmu pengetahuan dunia semata atau sekuler akan membuat orang tersebut hampa perasaan dan kosong jiwa spiritualnya;

  •  Banyak sekali kita lihat orang yang sukses secara Materi semata2, akan lupa diri dan menjadi sombong jika tidak pernah dibesarkan dalam lingkungan yang ada nuansa agama dalam kehidupannya. Jika kita sudah diberikan kesempatan mempunyai jam terbang kehidupan yang panjang dan lama, diharapkan kita sudah dapat mengalami jatuh bangun pada kehidupan  kita maupun lingkungan kita, sehingga kita kadangkala dibukakan pikiran  untuk dapat melihat dan menyimpulkan bahwa tidak ada faktor kebetulan melainkan terasa adanya pelajaran yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada kita untuk dapat mengamati dan menelusuri lebih dalam dengan secara bijak dan bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Kuasa atas adanya kepastian suatu sistem sebab akibat yang dirancang oleh ALLAH Sang Maha Pencipta; Makanya selain kehidupan dunia yang sementara ini ada kehidupan Kekal dan Abadi pada Hari Akhirat yang merupakan akibat dari perbuatan kita didunia dimana kita adalah bebas dan merdeka untuk memilih langkah jalan yang lurus yang telah diberikan oleh ALLAH Sang Maha Pencipta melalui Kitab Suci ALLAH ataukah kita mau tetap keras hati untuk tidak mau menerima Petunjuk dan Pencerahan serta Pelajaran dari ALLAH yang telah diturunkan oleh ALLAH melalui para Rasul Nabi dengan perantara wahtyu dan malaikat, sehingga konskewensinya Syaitan akan berusaha untuk membawa kita mengikuti Hawa Nafsu keserakahan tanpa memikirkan sebab dan akibat sebagaimana  telah diperlihatkan dalam sejarah umat2 terdahulu yang dilembagakan dalam Kitab Suci ALLAH;     
 Seringkali pada saat kita membutuhkan  sesuatu, jika kita tekun mendengarkan ayat suci ALLAH dan menjauhkan dari hal yang tidak disenangi oleh ALLAH dan melakukan serta memaksakan diri kita untuk mau tunduk dan mendengarkan Ayat Suci Al Quran bagi penganut Islam, akan merasakan faedah pencerahan, petunjuk, pelajaran serta kabar gembira dari ALLAH kepada kita atas pengalaman sejarah umat dan kaum lain yang pernah hidup dimasa dan waktu tertentu dimana kesinambungan kepastian bahwa kebenaran yang lurus akan muncul dengan perjalanan waktu dari umat terdahulu, dan terasa ada intervensi ALLAH didalam merubah dan memudahkan langkah perjalana hidup kita menuju jalan yang lurus dari ALLAH ;
  • Istilah tuli, buta secara kitab ALLAH adalah buta mata hati dan tuli untuk mendengarkan kebenaran Ayat ALLAH yang bisa dilihat dari fenoma alam yang merupakan ayat tanda kekuasaan ALLAH, selain firman dan ayat kata2 ALLAH yang terdapat dalam Kitab Suci ALLAH;
         Orang yang tidak mau membuka hati Qalbunya untuk membaca Petunjuk dari ALLAH biasanya dinamakan orang yang Jahil atau Bodoh, karena tidak mau belajar dan memahami Ayat keterangan kebenaran dari ALLAH sebagai Pencipta Kehidupan ini termasuk segala kandungan yang terdapat dalam alam semesta Raya ini; Kitab ALLAH mengeluarkan kita dari kegelapan menuju Penerangan Cahaya dalam menjalankan kehidupan kita ini;
  • Maka tidak ada faktor kebetulan melainkan semua terjadi karena ada sistem yang sudah dibuat oleh ALLAH dalam kehidupan alam semesta ini, dan tergantung dari kita apakah kita bersedia untuk membuka akal pikiran serta Qalbu kita untuk mau secara sadar merubah kehidupan kita kearah jalan lurus yang diberikan oleh ALLAH dan jangan mengikuti langkah serta bisikan syaitan yang jelas dikatakan oleh ALLAH adalah musuh nyata manusia dimana kita haruslah minta perlindungan kepada ALLAH untuk dilindungi dari gangguan dan bisikan setan seperti tersebut dalam Surat Nas dari AL Quran. 
Jakarta, 20 April 2012
Agung S.Suleiman

  .